Ilustrasi: Medcom.id
Penembakan di Australia, Tiga Orang Dilaporkan Tewas
Fajar Nugraha • 23 January 2026 06:51
Melbourne: Seorang pelaku penembakan masih buron setelah penembakan di sebuah kota di negara bagian New South Wales, Australia, pada Kamis 22 Januari 2026 yang menewaskan tiga orang dan melukai satu orang lainnya.
Layanan darurat dipanggil ke dua lokasi di Danau Cargelligo, sebuah kota dengan sekitar 1.500 penduduk, pada pukul 4.00 sore waktu setempat.
“Dua pasangan, seorang pria dan wanita, ditembak di masing-masing lokasi dalam hitungan menit,” kata Asisten Komisaris Polisi Andy Holland, seperti dikutip dari Channel News Asia, Jumat 23 Januari 2026.
“Kedua wanita dan seorang pria meninggal dunia. Seorang pria lainnya dibawa ke rumah sakit dalam kondisi serius tetapi stabil,” kata Holland.
Polisi mengetahui identitas tersangka, tetapi tidak mengetahui hubungannya dengan para korban, yang semuanya adalah penduduk lokal Danau Cargelligo, kata Holland. Nama tersangka belum dirilis.
Para korban adalah mantan pasangan tersangka, dua kerabatnya, dan pasangan barunya, demikian dilaporkan surat kabar The Daily Telegraph Sydney, mengutip sumber polisi yang tidak disebutkan namanya.
Polisi negara bagian sedang berupaya menemukan tersangka dan telah mengirimkan sumber daya dari distrik-distrik tetangga ke kota tersebut, termasuk polisi taktis bersenjata lengkap, kata Holland. Kota itu telah dikordon untuk mencegah pelarian tersangka.
Polisi menggunakan pesan teks yang ditargetkan secara geografis untuk mendesak masyarakat agar menghindari daerah tersebut dan agar warga setempat tetap berada di dalam rumah.
“Pelaku diyakini telah melarikan diri dengan kendaraan,” kata Holland kepada wartawan. “Pelaku dapat bergerak, oleh karena itu. kami meminta orang-orang di daerah tersebut untuk tetap berada di dalam rumah mereka demi keselamatan mereka sendiri,” ungkap Holland.
Anggota parlemen negara bagian setempat, Roy Butler, menggambarkan penembakan itu sebagai “berita tragis” bagi kota tersebut, yang berjarak 600 kilometer di sebelah barat Sydney.
“Ini situasi yang mengerikan, dan masih berlangsung, jadi kami tidak memiliki banyak informasi. Pikiran saya bersama para korban dan keluarga mereka,” kata Butler.
Penembakan itu terjadi pada Hari Berkabung Nasional saat Australia mengenang 15 orang yang ditembak mati di Sydney saat perayaan Hanukkah pada 14 Desember.
Pihak berwenang mengatakan dua terduga pelaku penembakan di Sydney terinspirasi oleh kelompok ISIS untuk melakukan penembakan massal terburuk di Australia sejak 1996.
Parlemen Australia pada hari Selasa mengesahkan pembatasan senjata api baru sebagai tanggapan atas tragedi tersebut.