Ilustrasi - Suasana bongkar muat bantuan pangan di gudang Bulog untuk membantu warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur. Foto: ANTARA/HO-Bapanas
BNPB Salurkan 1.954 Ton Bantuan Logistik Korban Gempa NTT
Fachri Audhia Hafiez • 30 August 2026 21:38
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 1.954 ton bantuan logistik telah disalurkan untuk penanganan warga terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Jumlah bantuan ini terhitung sejak 15 hingga 30 Agustus 2026.
"Mencapai 1.953.849 kilogram atau sekitar 1.954 ton," kata pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers di Jakarta, dilansir Antara, Minggu, 30 Agustus 2026.
Berton menambahkan, tingkat persentase distribusi bantuan logistik telah mencapai 98,39 persen. Penyaluran seluruh logistik tersebut dilakukan melalui dua posko utama penyaluran bantuan gempa NTT, yakni di Maumere dan Labuan Bajo.
"Lebih dari 1.900 ton logistik dikirim melalui berbagai jalur. Distribusi bantuan dilakukan melalui jalur udara TNI AU 565 ton, dari Dana Siap Pakai (DSP) 1.065 ton, distribusi via kapal laut 179 ton, serta via jalur darat atau truk 145 ton," ucap Berton.
Selain itu, BNPB kembali mengirimkan tambahan 21 ton bantuan logistik via jalur udara dari Pos Dukungan Logistik Nasional Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
"Bantuan ditujukan ke Labuan Bajo dan dilaporkan tiba pada pukul 08.57 WIB, yang mencakup paket sembako, obat-obatan, mi instan, air mineral, beras, peralatan mandi, baby kit, pakaian anak hingga dewasa, serta alat tulis," ucap Berton.

Sejumlah bantuan akan didistribusikan untuk korban gempa NTT. ANTARA/HO-Danareksa.
Di sisi lain, BNPB mengonfirmasi jumlah pengungsi gempa di NTT mengalami penurunan sebanyak 4.142 orang dibandingkan hari sebelumnya. Berdasarkan data per 30 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, total pengungsi gempa NTT tercatat sebanyak 188.161 orang.
"Konsentrasi pengungsi terbesar berada di Kabupaten Manggarai sebanyak 50.556 orang dan Kabupaten Nagekeo 50.574 orang," ucap Berton.
Berton menambahkan, beberapa wilayah lain yang masih mencatatkan kantong pengungsian cukup besar antara lain Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Sikka, dan Ende.