Kereta api Malabar melintas langsung JPL 211 Kadungora, Garut. (Dokumentasi/ Wikipedia)
KA Malabar Bandung–Malang Terlambat Hampir Lima Jam Imbas Kecelakaan di Klaten
Daviq Umar Al Faruq • 27 August 2026 12:46
Malang: Perjalanan Kereta Api (KA) Malabar relasi Bandung–Malang mengalami keterlambatan hampir lima jam pada Kamis, 27 Agustus 2026. Kecelakaan lalu lintas antara rangkaian kereta dan truk di Klaten, Jawa Tengah, menjadi pemicu utama gangguan operasional tersebut.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, memaparkan pihaknya langsung melakukan koordinasi intensif guna mengurai penumpukan perjalanan. Pengaturan lintasan dilakukan secara bertahap demi memastikan keselamatan seluruh penumpang tetap terjamin.
“KAI Daop 8 Surabaya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas keterlambatan perjalanan yang terjadi. Gangguan operasional di wilayah Daop 6 Yogyakarta berdampak pada perjalanan sejumlah KA sehingga diperlukan pengaturan perjalanan dan koordinasi secara bertahap untuk memastikan perjalanan tetap berlangsung dengan aman,” ujar Mahendro di Malang.
Baca Juga :
Dampak paling signifikan dirasakan para penumpang KA 68 Malabar yang tertahan cukup lama di jalur lintasan. Pada pukul 06.48 WIB, posisi kereta tercatat masih berada di Stasiun Palur dengan akumulasi keterlambatan mencapai 297 menit.
Akibat keterlambatan tersebut, KA Malabar yang semula dijadwalkan tiba pagi hari diperkirakan baru masuk Stasiun Malang pukul 11.49 WIB. Selain KA Malabar, perjalanan PLB 7002A Gajayana Tambahan relasi Gambir–Malang juga ikut terimbas dengan keterlambatan sekitar 35 menit.
Manajemen KAI mengonfirmasi proses evakuasi sarana yang menghalangi rel di petak jalan Srowot–Klaten telah rampung dikerjakan. Petugas terus memantau pemulihan pola operasi agar jadwal perjalanan dapat kembali normal.
“Kami sangat mengapresiasi kesabaran, pengertian, dan kepercayaan pelanggan, khususnya pelanggan KA Malabar yang terdampak keterlambatan cukup panjang. Kami memahami bahwa kondisi ini dapat memengaruhi rencana perjalanan pelanggan. Setelah proses evakuasi selesai, petugas terus melakukan pengaturan dan pemantauan agar perjalanan dapat kembali normal secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan,” tambah Mahendro.

Perjalanan kereta api di wilayah Daop 6 Yogyakarta beroperasi normal kembali. (ANTARA/HO-Humas Daop 6 Yogyakarta)
Sebagai bentuk kompensasi atas ketidaknyamanan tersebut, PT KAI membagikan kompensasi service recovery kepada seluruh penumpang terdampak. Pembagian makanan dan minuman disesuaikan secara langsung dengan durasi keterlambatan masing-masing perjalanan kereta.
“Service recovery kami berikan sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian KAI kepada pelanggan yang terdampak. Kami berharap layanan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan pelanggan selama perjalanan mengalami keterlambatan,” jelas Mahendro.
Pihak manajemen mengimbau para pengguna jasa senantiasa memantau pembaruan informasi perjalanan melalui petugas stasiun maupun aplikasi resmi. KAI berkomitmen untuk memprioritaskan keamanan dan kenyamanan penumpang di tengah proses pemulihan pasca-insiden.
“KAI berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, termasuk dalam menghadapi kondisi operasional yang berdampak pada perjalanan. Sekali lagi, kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami. Terima kasih atas kesabaran, pengertian, dan kepercayaan pelanggan yang tetap bersama KAI,” tutup Mahendro.