Sejumlah pasien di Puskesmas Tanjung Redeb, Berau. (Metro TV/ Edi Akbar)
Kabut Asap Masih Pekat, Pemkab Berau Perpanjang Pembelajaran dari Rumah
Metro TV • 31 August 2026 09:14
Berau: Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, memperpanjang pelaksanaan pembelajaran dari rumah (BDR) bagi siswa menyusul kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti wilayah tersebut.
Perpanjangan BDR tertuang dalam Surat Edaran Bupati Berau Nomor 632 Tahun 2026. Kebijakan tersebut berlaku mulai 31 Agustus hingga 2 September 2026.
Sebelumnya, pembelajaran dari rumah telah diterapkan sejak 24 Agustus 2026. Kebijakan kembali diperpanjang karena kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah terdampak belum menunjukkan perbaikan.
Selain kualitas udara, peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) turut menjadi pertimbangan pemerintah daerah dalam memperpanjang pelaksanaan BDR. Hasil pemantauan kualitas udara juga menunjukkan konsentrasi PM2,5 dan PM10 di sejumlah wilayah masih berada di atas ambang batas normal.
“Keputusan memperpanjang pembelajaran dari rumah (BDR) diambil dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan para siswa,” kata Bupati Berau, Sri Juniarsih, Senin, 31 Agustus 2026.
Kondisi udara yang tercemar asap karhutla dinilai dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan jika kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan secara tatap muka di sekolah.
Pemerintah Kabupaten Berau menjadikan BDR sebagai langkah pencegahan untuk mengurangi paparan kabut asap terhadap siswa, khususnya anak-anak yang lebih rentan terhadap dampak kualitas udara.
Pemantauan terhadap kualitas udara dan perkembangan karhutla akan terus dilakukan pemerintah daerah. Hasil pemantauan tersebut menjadi pertimbangan dalam menentukan kebijakan pembelajaran berikutnya.

Suasana di Puskesmas Tanjung Redeb, Berau. (Metro TV/ Adi Akbar)
Selain menerapkan BDR, pemerintah mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Warga juga diminta memperbanyak konsumsi air putih dan mengurangi kegiatan di luar rumah selama kualitas udara belum membaik.
Masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan atau keluhan akibat paparan asap juga diimbau segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Pemerintah berharap sejumlah langkah tersebut dapat menekan risiko dampak kabut asap karhutla terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan lanjut usia. (Edi Akbar)