Presiden Optimis Indonesia Akan Bangkit Jadi Negara Kuat

Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur. Foto: BPMI Setpres.

Presiden Optimis Indonesia Akan Bangkit Jadi Negara Kuat

Gabriella Thesa Widiari • 28 August 2026 00:32

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto optimis Indonesia akan bangkit menjadi negara yang semakin kuat. Hal itu disampaikan saat menghadiri Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur.

"Percaya sama saya, beberapa tahun lagi Indonesia akan bangkit dengan luar biasa, dan tidak akan ada yang bisa bendung kita," ujar Prabowo, Kamis, 27 Agustus 2026.

Optimisme tersebut didorong oleh sejumlah capaian dari program strategis pemerintah. Presiden menyebutkan bahwa Indonesia saat ini telah berhasil mencapai swasembada pangan dan akan segera menyusul untuk kemandirian energi.

"Kita sudah swasembada pangan, dan sebentar lagi kita akan swasembada energi. Insyaallah dalam waktu yang tidak lama, kita tidak perlu impor terlalu banyak BBM dari manapun," kata Prabowo.

Selain sektor energi, pemerintah juga fokus pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini telah menjangkau lebih dari 62 juta penerima manfaat, serta penguatan ekonomi rakyat melalui pengoperasian puluhan ribu Koperasi Desa Merah Putih. Presiden menegaskan bahwa komitmen utama pemerintah adalah memastikan manfaat serta subsidi negara benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.

"Kita akan menjamin semua barang yang disubsidi rakyat akan sampai ke rakyat dengan harga serendah-rendahnya harga subsidi. Barang subsidi tidak boleh diperdagangkan, dan tidak akan diperdagangkan," kara Prabowo.


Ilustrasi swasembada energi. Foto: BPMI Setpres. 

Meski menghadapi tantangan kondisi geografis serta dinamika iklim seperti El Nino, potensi kekayaan sumber daya alam nasional dinilai menjadi modal utama kebangkitan Indonesia. Kepala Negara menambahkan, keberanian pemerintah dalam memberantas korupsi serta melakukan efisiensi anggaran dinilai menjadi kunci modal kebangkitan bangsa. 

"Dari penghematan-penghematan kita, sudah ratusan triliun yang bisa kita hemat, uang itulah yang kita gunakan untuk sebesar-besarnya membantu rakyat yang paling miskin, yang paling tidak berdaya," pungkas Prabowo.

(Gabriella Thesa Widiari)