Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Penentu Keberhasilan MBG

Sosialisasi Program MBG di Jakarta. Istimewa

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Penentu Keberhasilan MBG

Al Abrar • 28 November 2025 13:51

Jakarta: Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali digelar DPR RI bersama para pemangku kepentingan sebagai upaya memperkuat pemahaman publik sekaligus membangun komitmen bersama dalam mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat. Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani menegaskan, MBG bukan sekadar program bantuan, melainkan fondasi penting bagi masa depan bangsa.

Sosialisasi tersebut dilaksanakan di Aula Masjid Baitur Rahman, Saharjo, Jakarta Selatan, pada Selasa, 25 November 2025. Kegiatan dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani, Pembina Komunitas Orang Tua Sehat Dwi Septiawati, Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi Badan Gizi Nasional (BGN) Mochamad Halim, serta ratusan warga setempat.

Netty menjelaskan, MBG harus dipahami sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak dini. Ia menilai, anak-anak yang menerima asupan gizi seimbang secara konsisten akan memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik, kemampuan berpikir lebih optimal, serta potensi lebih besar menjadi sumber daya produktif bagi kemajuan bangsa.

“Program Makan Bergizi Gratis harus menjadi gerakan nasional bersama, bukan hanya proyek pemerintah. Partisipasi masyarakat, tenaga pendidik, pemerintah daerah, UMKM pangan lokal, hingga para orang tua memiliki peran besar dalam memastikan program ini berjalan optimal,” ujar Netty.
 

Menurutnya, pelibatan berbagai pihak tidak hanya memastikan kualitas pelaksanaan program, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui rantai pasok pangan sehat yang lebih hidup dan berkelanjutan.

Netty juga menegaskan pentingnya peran DPR melalui tiga fungsi utama—legislasi, anggaran, dan pengawasan—untuk memastikan penerapan program berjalan transparan, akuntabel, serta sesuai standar gizi nasional. Namun, ia menekankan, faktor penentu keberhasilan program tersebut tetap berada pada kekuatan kolaborasi lintas sektor.

“Kolaborasi menjadi kunci. Tanpa sinergi, program ini hanya menjadi kegiatan teknis tanpa dampak berkelanjutan,” tegasnya.

Melalui pendekatan kolaboratif tersebut, Program MBG diharapkan tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga membangun ekosistem sehat berbasis edukasi gizi dan pemberdayaan pangan lokal. Komitmen itu diyakini menjadi dasar agar program dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Al Abrar)