Trump Lontarkan Gagasan Ubah Nama Selat Hormuz Jadi 'Selat Trump'

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. The New York Times

Trump Lontarkan Gagasan Ubah Nama Selat Hormuz Jadi 'Selat Trump'

Fajar Nugraha • 3 September 2026 05:33

Washington: Presiden Donald Trump mengusulkan penggantian nama Selat Hormuz menjadi "Selat Trump" di tengah konflik yang sedang berlangsung dengan Iran, namun beberapa jam kemudian mengisyaratkan bahwa ia tidak bersungguh-sungguh.

Trump telah melakukan serangkaian perubahan nama geografis pada perairan internasional selama masa jabatan keduanya, setidaknya sebagian bertujuan untuk memancing reaksi atau menyindir negara-negara lain.

Usulan terbaru ini muncul saat Trump bersikeras bahwa Amerika Serikat (AS) memegang kendali penuh atas jalur air vital tersebut, bahkan ketika bentrokan baru dengan Iran sedang berkecamuk di sana.

"Sekarang setelah kita menguasainya di bawah kendali AS, haruskah kita mengubah nama Selat Hormuz menjadi SELAT TRUMP??? Seperti Amerika itu sendiri, tempat itu akan menjadi 'lebih panas' daripada sebelumnya!" ujar Trump di jejaring sosial miliknya, Truth Social, seperti dikutip dari AFP, Kamis 3 September 2026.

Gedung Putih kemudian mengunggah peta wilayah Teluk di media sosial dengan nama usulan tersebut, seraya menambahkan: "Nama itu terdengar bagus."

Dalam beberapa minggu terakhir, Trump berulang kali mengancam akan mengklaim kedaulatan atas Selat Hormuz, bahkan sempat mengunggah peta yang menampilkan jalur air tersebut sebagai "wilayah baru AS."

Namun, Trump belakangan menepis gagasan untuk mengubah nama Selat Hormuz tersebut.

"Itu hanya sekadar celetukan," ujar Trump sambil terkekeh setelah seorang wartawan AFP bertanya kepadanya di Ruang Oval apakah ia serius ingin mengganti namanya.

Akan tetapi, sejumlah usulan sebelumnya dari politisi Partai Republik berusia 80 tahun itu sempat dianggap sebagai lelucon sebelum akhirnya benar-benar terwujud.

Pekan lalu, politisi Republik berusia 80 tahun itu menandatangani perintah untuk mengubah nama Danau Ontario menjadi "Danau Amerika" di tengah perang dagang dengan negara tetangga Kanada, hanya beberapa hari setelah tampaknya melontarkan gagasan tersebut sebagai candaan.

Trump juga mengubah nama Teluk Meksiko menjadi "Teluk Amerika" pada hari pertamanya kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025. Baik Meksiko maupun Kanada tidak menerima perubahan nama tersebut.

Ia juga gemar menamai berbagai hal dengan namanya sendiri, termasuk pusat seni Kennedy di Washington, sementara Departemen Keuangan AS pada hari Rabu menerbitkan koin 1 dolar AS bergambar wajah Trump untuk memperingati 250 tahun kemerdekaan AS.

Konflik dengan Iran tetap menjadi masalah yang sangat serius, tanpa tanda-tanda akan berakhir lebih dari enam bulan setelah serangan awal AS-Israel. Pertempuran kembali berkecamuk setelah sempat tenang selama beberapa minggu, pasukan AS melancarkan serangan baru di dekat Selat Hormuz pada 1 September sebagai tanggapan atas apa yang disebut Trump sebagai upaya Iran menebar ranjau laut yang baru.

Iran menyatakan bahwa salah satu serangan AS menewaskan empat orang dalam sebuah pesta pernikahan -,menyebutnya sebagai "kejahatan perang”,- dan melancarkan serangkaian serangan balasan terhadap pangkalan-pangkalan AS di Yordania, UEA, Kuwait, Bahrain, dan Irak.

Di dalam negeri, Trump menghadapi lonjakan tajam biaya bahan bakar di AS akibat perang tersebut, dan Partai Republik yang dipimpinnya tampaknya akan kehilangan sebagian kendali atas Kongres dalam pemilihan paruh waktu bulan November.

Iran telah menutup jalur pelayaran vital tersebut -,yang menjadi jalur bagi seperlima pasokan minyak dunia,- sebagai balasan atas perang yang dimulai oleh Trump bersama Israel pada akhir Februari.

Pada 2 September, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat siap menyerang Iran kembali, seraya menambahkan bahwa operasi militer lanjutan tersebut tidak akan berlangsung "terlalu lama."

"Serangan tadi malam sangat dahsyat, dan kami siap melancarkan serangan lainnya kapan pun kami mau," ujar Trump kepada para wartawan di Ruang Oval.

(Fajar Nugraha)