Bulog Jamin Stok Beras di NTT Aman, Capai 24 Ribu Ton

Ilustrasi. Foto: Dok istimewa

Bulog Jamin Stok Beras di NTT Aman, Capai 24 Ribu Ton

Eko Nordiansyah • 2 September 2026 10:55

Jakarta: Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut stok beras di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini kuat mencapai 24.134 ton yang tersimpan di seluruh gudang untuk menjamin kebutuhan masyarakat hingga warga terdampak gempa.

"Kami laporkan, untuk stok beras per hari ini yang ada di 46 gudang di NTT secara keseluruhan mencapai 24.134 ton," kata Rizal di Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 2 September 2026.

Ia mengatakan kondisi stok tersebut menjadi modal penting dalam mendukung penyaluran bantuan bencana sekaligus menjaga ketersediaan pangan bagi tujuh kabupaten kota terdampak gempa bumi di wilayah NTT.

Bulog tambah pasokan dari wilayah lain

Bulog juga mengirimkan tambahan pasokan melalui mekanisme movenas dari sejumlah kantor wilayah untuk memperkuat cadangan beras NTT dengan total pengiriman mencapai puluhan ribu ton yang masih dalam proses perjalanan lanjutan.

Pengiriman tersebut berasal dari Kanwil Banten sekitar 3.000 ton yang seluruhnya sudah bergerak menggunakan kapal dan saat ini berada dalam perjalanan menuju wilayah terdampak bencana NTT.

Selain itu Bulog mengirimkan beras dari Kanwil Jawa Timur sebanyak 20.996 ton dengan progres pergerakan mencapai 98 persen untuk memperkuat stok gudang yang ada di NTT.

Tambahan pasokan lainnya berasal dari Kanwil Sulawesi Selatan sekitar 8.550 ton serta Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mengirimkan 35.250 ton guna memastikan ketersediaan pangan tetap aman selama penanganan bencana.

Rizal menjelaskan sebanyak 5.424 ton beras telah tiba di pelabuhan bongkar muat dan segera didistribusikan menuju gudang Bulog yang membutuhkan pasokan tambahan untuk masyarakat terdampak bencana.
(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Realisasi bantuan beras dan minyak goreng

Lebih lanjut Rizal mengatakan hingga 1 September 2026, total realisasi bantuan bencana yang telah disalurkan Bulog untuk membantu warga terdampak gempa NTT mencapai 1.321.550 kilogram beras melalui berbagai skema bantuan pangan dan cadangan beras pemerintah.

Bantuan tersebut terdiri atas 881,98 ton cadangan beras pemerintah (CBP) untuk penanggulangan bencana, 101,8 ton bantuan cadangan pangan pemerintah daerah, serta 472,98 ton program bantuan pangan beras.

Selain itu, penyaluran minyak goreng telah mencapai 7.000 liter atau 100 persen dari alokasi yang tersedia.

Bantuan pangan itu disalurkan kepada tujuh daerah terdampak gempa di NTT meliputi Kabupaten Ende, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Barat.

Penyaluran bantuan dilakukan bersama berbagai pemangku kepentingan seperti TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, aparat desa serta kementerian terkait agar distribusi berjalan lancar merata.

Rizal memastikan seluruh kebutuhan bantuan bencana terus dipantau melalui posko pengendalian Bulog baik di pusat maupun daerah untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat terdampak.

Ia menambahkan penugasan Bulog di NTT dilakukan bersama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Dalam Negeri, BNPB, Badan Pangan Nasional, serta berbagai lembaga lainnya.

Bulog menggelar 46 gudang di Nusa Tenggara Timur dengan kapasitas sekitar 50.400 ton untuk mendukung kesiapan stok pangan selama masa pemulihan akibat bencana gempa.

Gempa susulan di wilayah terdampak NTT tercatat mencapai 10.836 kali hingga 1 September 2026 sehingga kebutuhan bantuan pangan masih menjadi perhatian utama pemerintah bersama Bulog.

(Eko Nordiansyah)