BMKG Imbau Warga Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan Sultra

Ilustrasi gelombang tinggi di Sulawesi Tenggara. ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra

BMKG Imbau Warga Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan Sultra

Silvana Febiari • 24 September 2026 11:33

Kendari: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kendari mengimbau seluruh pengguna dan operator moda transportasi laut di Sulawesi Tenggara (Sultra) mewaspadai potensi gelombang tinggi mencapai 2,5 meter. Hal itu berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari Zumiana menyampaikan informasi peringatan dini tinggi gelombang ini berlaku mulai hari ini hingga Minggu, 27 September 2026 pukul 08.00 WITA.

"Berdasarkan analisis kondisi sinoptik, pola angin di wilayah perairan Sulawesi Tenggara umumnya bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan berkisar antara 2 hingga 20 knot," kata Zumiana, dilansir dari Antara, Kamis, 24 September 2026. 


Kecepatan angin tertinggi yang dapat memicu gelombang tinggi diperkirakan mencapai 25 knot atau 6 Skala Beaufort. Peningkatan kecepatan angin tersebut terdeteksi di beberapa wilayah perairan, yakni Teluk Bone Barat Kolaka Utara, Teluk Bone Barat Kabaena, dan Perairan Baubau.

"BMKG mencatat wilayah perairan di Sultra yang berpotensi mengalami gelombang sedang hingga tinggi berkisar 1,25 hingga 2,5 meter meliputi Teluk Bone Barat Kabaena, Perairan Baubau, dan Laut Flores Selatan Buton," ujarnya.


Ilustrasi: Ombak tinggi di kawasan Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Selasa, 4 Agustus 2026. ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna


Menanggapi potensi cuaca maritim tersebut, BMKG mengeluarkan saran keselamatan pelayaran yang ketat bagi armada transportasi laut yang beroperasi di wilayah terdampak.

Kondisi ini sangat berisiko terhadap keselamatan pelayaran, khususnya bagi perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Sementara bagi kapal tongkang, risiko tinggi timbul ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter.

BMKG mengimbau para nelayan, nakhoda, serta masyarakat pesisir di Sultra untuk senantiasa memperhatikan risiko keselamatan sebelum berlayar. Mereka juga diminta rutin memantau informasi cuaca maritim terbaru dari BMKG.

(Silvana Febiari)