Soroti Diplomasi Budaya di Era Globalisasi, FKMHII dan HIMAHI Unas Gelar Dharohara Talkshow 2026

Peserta Dharohara Talkshow 2026 berfoto bersama usai mengikuti kegiatan yang membahas diplomasi budaya dan pelestarian warisan budaya. (Foto: Ist)

Soroti Diplomasi Budaya di Era Globalisasi, FKMHII dan HIMAHI Unas Gelar Dharohara Talkshow 2026

Patrick Pinaria • 22 September 2026 15:38

Jakarta: Forum Komunikasi Mahasiswa Hubungan Internasional Indonesia (FKMHII) Wilayah II bersama Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI) Universitas Nasional menyelenggarakan Dharohara Talkshow 2026. Dalam acara ini, mereka mengusung tema 'Warisan Keberagaman sebagai Representasi Harmoni dan Hubungan Antarbangsa' (Diversity Heritage as Representative of Harmony and Relations Across Nations).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Blok A Lantai 4 Universitas Nasional, Jakarta Selatan, tersebut menjadi ruang edukasi, kolaborasi, apresiasi, dan promosi budaya yang mempertemukan mahasiswa, akademisi, komunitas budaya, serta masyarakat umum.

Dharohara Talkshow 2026 memadukan unsur pendidikan, diplomasi budaya, dan hiburan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai budaya sebagai representasi identitas nasional sekaligus instrumen diplomasi internasional.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari sejumlah pihak. Sambutan pertama disampaikan Ketua Pelaksana Dharohara Talkshow 2026 Muhammad Robby Arsyadanie, kemudian Ketua Umum HIMAHI Universitas Nasional Ramandha Kevianto Sudibyo, serta Sekretaris Wilayah FKMHII Korwil II Nabila Nur Alifia Mahdi.


Poster Dharohara Talkshow 2026 bertema Warisan Keberagaman sebagai Representasi Harmoni dan Hubungan Antarbangsa. (Foto: Ist)

Rangkaian sambutan ditutup oleh Nursatyo, S.Sos., M.Si. selaku Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nasional. Pada kesempatan tersebut, Nursatyo sekaligus membuka secara resmi kegiatan Dharohara Talkshow 2026.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi penyerahan plakat sebagai bentuk apresiasi kepada pihak-pihak yang mendukung terselenggaranya Dharohara Talkshow 2026. Prosesi tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama sebelum memasuki agenda utama.

Dalam kegiatan tersebut, budaya dibahas sebagai bagian dari identitas nasional sekaligus instrumen soft power dalam hubungan internasional. Perkembangan globalisasi dan modernisasi turut menghadirkan tantangan dalam pelestarian budaya lokal, termasuk dalam mempertahankan keterikatan generasi muda terhadap warisan budaya di tengah kuatnya pengaruh budaya global.

Memasuki agenda utama, Dharohara Talkshow 2026 menghadirkan dua sesi gelar wicara yang membahas budaya melalui perspektif hubungan internasional.

Sesi pertama mengangkat topik 'Cultural Diplomacy in International Relations' atau Diplomasi Budaya dalam Hubungan Internasional bersama Ibunu Hambali, Lc. Sesi tersebut membahas peran budaya sebagai salah satu instrumen diplomasi dalam membangun hubungan dan pemahaman antarbangsa.
 



Sementara itu, sesi kedua mengangkat topik 'Marginalization and Cultural Preservation in the Era of Globalization' atau Marginalisasi dan Pelestarian Budaya di Era Globalisasi bersama Attina Izza Maktub, S.Hub.Int, M.Sc. Pembahasan berfokus pada tantangan dalam mempertahankan dan melestarikan budaya di tengah perkembangan globalisasi.

Kedua sesi tersebut dilanjutkan dengan tanya jawab yang dipandu moderator Bintang Afrilia Deviana Lubis, SM., CDMAI., CPS. Sesi ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi dan menggali lebih jauh isu-isu yang disampaikan para pembicara.

Selain gelar wicara, Dharohara Talkshow 2026 turut menghadirkan DJ performance sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. Pertunjukan kontemporer tersebut menjadi sarana untuk menampilkan keberagaman warisan budaya Indonesia melalui pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda.

Melalui kegiatan tersebut, FKMHII Wilayah II bersama HIMAHI Universitas Nasional berupaya meningkatkan pemahaman mengenai diplomasi budaya, membangun kesadaran terhadap pentingnya pelestarian budaya, memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia, serta mendorong kemampuan berpikir kritis generasi muda terhadap berbagai isu budaya global.

Kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi antara mahasiswa dan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap kebudayaan.

Penyelenggaraan Dharohara Talkshow 2026 turut didukung oleh media partner, yaitu Metro TV, Metro TV News.com, si Paling HI Media, HIMAHI UIN Jakarta, BIRD BINUS, HIMAHI Paramadina, dan Pemuda Parlemen Indonesia.

Dukungan juga diberikan oleh para sponsor, yaitu Hanasui, SoyMade, Medikids, ShopeePay, dan The Genius Math League by Sinarmas Group.

Dengan terselenggaranya Dharohara Talkshow 2026, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh wawasan baru mengenai budaya, tetapi juga semakin memahami pentingnya menjaga keberagaman dan identitas budaya di tengah perubahan zaman.

Kolaborasi yang terbangun melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas sekaligus menjadi langkah nyata dalam memperkuat hubungan internasional melalui diplomasi budaya yang inklusif.

(Patrick Pinaria)