Wall Street: Dow Jones Boncos, Nasdaq Raup Cuan Tipis

Ilustrasi. Foto: dok Xinhua.

Wall Street: Dow Jones Boncos, Nasdaq Raup Cuan Tipis

Husen Miftahudin • 8 January 2026 08:01

New York: Saham-saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street berakhir beragam pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), setelah Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan penurunan lowongan pekerjaan yang lebih tajam dari perkiraan untuk November 2025, yang menggarisbawahi pendinginan bertahap dalam permintaan tenaga kerja.
 
Mengutip Xinhua, Kamis, 8 Januari 2026, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,94 persen menjadi 48.996,08. Indeks S&P 500 turun 0,34 persen menjadi 6.920,93. Indeks Nasdaq Composite naik tipis 0,16 persen menjadi 23.584,28.
 
Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih rendah, dengan sektor utilitas dan industri memimpin penurunan masing-masing sebesar 2,46 persen dan 1,9 persen. Sektor perawatan kesehatan dan layanan komunikasi berkinerja lebih baik, naik masing-masing sebesar 1,01 persen dan 0,79 persen.
 
Survei Lowongan Kerja dan Perputaran Tenaga Kerja menunjukkan lowongan kerja di AS turun menjadi 7,15 juta pada November. Ini merupakan level terendah dalam lebih dari setahun, dari angka revisi 7,45 juta pada bulan Oktober dan jauh di bawah perkiraan para ekonom.
 
"Anda tidak melihat pasar tenaga kerja yang dinamis," kata kepala ekonom ADP Nela Richardson, mengomentari laporan terpisah dari perusahaan pemroses penggajian tersebut yang menunjukkan perekrutan di sektor swasta yang lesu.
 

Baca juga: Optimisme Wall Street 'Unstoppable', Rajin Tebar Cuan Berlimpah


(Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock)
 

Saham-saham energi tertekan

 
Saham-saham sektor energi terus menghadapi tekanan karena harga minyak melanjutkan penurunan pada Selasa setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan otoritas Venezuela akan mentransfer 30 juta hingga 50 juta barel minyak yang sebelumnya dikenai sanksi ke AS.
 
Sementara itu, reit (dana investasi real estat) yang memiliki eksposur terhadap rumah sewa keluarga tunggal di AS anjlok setelah Trump menyatakan ia mengambil langkah-langkah untuk melarang investor institusional besar membeli lebih banyak properti, dengan alasan peran mereka dalam menaikkan biaya perumahan bagi masyarakat AS pada umumnya.
 
Invitation Homes, perusahaan pemilik rumah keluarga tunggal terbesar di negara itu, anjlok 6,01 persen. Sementara Blackstone dan Apollo Global Management sama-sama turun lebih dari 5 persen.
 
Di sektor semikonduktor, Nvidia naik 1 persen sementara AMD turun 2,02 persen, setelah kedua perusahaan tersebut meluncurkan platform komputasi AI baru di Consumer Electronics Show 2026 di Las Vegas. Intel melonjak 6,47 persen untuk memimpin kenaikan di Nasdaq.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)