Status Tanggap Darurat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Diperpanjang

Arsip foto - Gunung Lewotobi Laki-laki meletus, melontarkan kolom abu hingga sekitar 1,2 kilometer dari atas puncak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu, 22 April 2026. ANTARA/HO-Badan Geologi/aa.

Status Tanggap Darurat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Diperpanjang

Silvana Febiari • 21 May 2026 16:36

Flores Timur: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan status tanggap darurat penanganan bencana akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) diperpanjang. Langkah ini diambil guna mengoptimalisasi masa pemulihan dan perlindungan warga terdampak.

"Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur masih terus dipantau. Status tanggap darurat akibat erupsi gunung api tersebut telah diperpanjang dan berlaku hingga Selasa, 30 Juni," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dilansir dari Antara, Kamis, 21 Mei 2026. 

BNPB mengkonfirmasi keputusan perpanjangan pemantauan dan penanganan kedaruratan ini diambil berdasarkan rekomendasi teknis mengenai aktivitas vulkanik gunung api tersebut yang masih fluktuatif. Perpanjangan status tanggap darurat ini memberikan payung hukum bagi pemerintah melalui serta instansi terkait untuk terus mengerahkan sumber daya, logistik, dan personel di lapangan secara optimal.


Langkah ini juga diambil untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar para pengungsi di posko penampungan tetap terpenuhi secara berkala. Hal tersebut dilakukan selama potensi ancaman bahaya sekunder, seperti guguran lava dan abu vulkanik, masih mungkin terjadi.

BNPB mengimbau masyarakat di sekitar lereng Gunung Lewotobi Laki-laki serta para wisatawan untuk tetap mematuhi rekomendasi radius aman yang telah ditetapkan oleh petugas di lapangan.


Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, pada Jumat dini hari, 17 Oktober 2025. (Magma Indonesia)


Sebelumnya Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan kenaikan status aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki dari Waspada menjadi Siaga atau level III, Selasa, 12 Mei 2026.  Kenaikan status tersebut berdasarkan hasil analisis visual dan instrumental yang menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik secara signifikan.

Tim ahli Badan Geologi melaporkan pada periode 1-11 Mei 2026 aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki didominasi gempa vulkanik dalam yang mencapai 21 hingga 32 kejadian per hari, terutama pada 1-4 Mei 2026. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya suplai magma atau fluida magmatik yang cukup kuat menuju sistem gunung api.

Selain itu, aktivitas tremor non-harmonik juga terekam dalam jumlah tinggi dan relatif persisten dengan kisaran 17-27 kejadian per hari. Berdasarkan kondisi tersebut, Badan Geologi merekomendasikan masyarakat dan wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.

Masyarakat di sekitar daerah aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar apabila terjadi hujan lebat, terutama di wilayah Nawakote, Boru, Padang Pasir, Klatanlo Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen. Warga terdampak hujan abu diimbau menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)