Seremoni pembukaan kegiatan bakti sosial pengobatan gratis dalam rangka Waisak 2570 BE/2026 di Pelataran Taman Lumbini di Komplek Candi Borobudur. (Foto: Lorien Nurajay Oxa/Kontributor MetroTV)
Jelang Puncak Waisak 2570 BE di Borobudur, Ribuan Warga Dapat Layanan Pengobatan dan Kacamata Gratis
Duta Erlangga • 23 May 2026 16:29
Magelang: Menjelang puncak peringatan Waisak 2570 BE, Pelataran Taman Lumbini di Komplek Candi Borobudur, Jawa Tengah, dipadati ribuan warga untuk mengikuti bakti sosial pengobatan gratis. Kegiatan ini tidak hanya menjadi layanan medis bagi masyarakat, tetapi juga dimaknai sebagai bentuk nyata praktik Dharma dan manifestasi cinta kasih kepada sesama.
Kegiatan Bakti Sosial Pengobatan Gratis dalam Rangka Waisak 2570 BE/2026 diselenggarakan pada Sabtu, 23 Mei 2026. Sejak pagi, ratusan tenaga medis dan relawan mulai melayani ribuan warga yang datang dari berbagai wilayah di Magelang dan sekitarnya. Layanan kesehatan yang disediakan meliputi poli umum, pemeriksaan gigi, bedah minor, hingga pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis. Tahun ini, panitia menargetkan tujuh hingga delapan ribu warga dapat terlayani.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, TNI, Polri, serta seluruh mitra yang sejak tahun 1996 hingga sekarang terus memberikan dukungan kepada WALUBI dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan kesehatan dan kemanusiaan bagi masyarakat luas secara terus menerus," ucap Ketua Umum WALUBI, Hartarti Murdaya, dalam sambutannya pada seremoni pembukaan acara.

Ketua Umum WALUBI, Hartarti Murdaya (tengah), pada seremoni pembukaan acara. (Foto: Lorien Nurajay Oxa/Kontributor MetroTV)
"Kami juga menyampaikan penghargaan kepada para dokter, tenaga medis, paramedis, serta para relawan dari berbagai latar belakang agama dan masyarakat yang dengan ketulusan hati bergabung dalam kegiatan ini. Kehadiran saudara-saudara sekalian memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap sesama dapat menyatukan banyak pihak dalam satu tujuan yang sama, yaitu membantu masyarakat yang membutuhkan amal bakti demi Karma baik masing-masing," tutur Hartarti Murdaya.
Baca Juga:
Jelang Waisak, Ratusan Umat Buddha Tabur Bunga di TMP Sejumlah Daerah |
Wakil Ketua Panitia Waisak Nasional 2026, Karuna Murdaya, menjelaskan baksos yang telah rutin berjalan selama hampir 30 tahun ini merupakan bagian tak terpisahkan dari momentum refleksi spiritual umat Buddha sebelum memasuki acara puncak Waisak.
"Waisak itu ada momentum yang bisa menjadi refleksi untuk moralitas dan kemauan kita sebagai umat Buddha. Salah satu ajarannya adalah untuk kepedulian sosial dan cinta kasih kepada semua orang manusia. Oleh karena itu, baksos ini adalah salah satu praktik Dharma sebelum acara puncak Waisak," ucap Karuna Murdaya.

Kegiatan Bakti Sosial Pengobatan Gratis dalam Rangka Waisak 2570 BE/2026 di Pelataran Taman Lumbini di Komplek Candi Borobudur, Jawa Tengah. (Foto: Lorien Nurajay Oxa/Kontributor MetroTV)
Pengobatan umum dan gigi, serta layanan pemeriksaan mata tampak diminati masyarakat. Salah seorang penerima manfaat, Isti, mengaku sangat terbantu dengan adanya pemberian kacamata gratis. Wanita berusia 56 tahun tersebut sebelumnya sering mengalami kesulitan saat harus membaca.

Kegiatan Bakti Sosial Pengobatan Gratis dalam Rangka Waisak 2570 BE/2026 di Pelataran Taman Lumbini di Komplek Candi Borobudur, Jawa Tengah. (Foto: Lorien Nurajay Oxa/Kontributor MetroTV)
"Tadi dicarikan yang pas, yang ukuran berapa, disuruh memilih yang paling pas yang enggak pusing, yang nyaman. Sebelumnya kalau buat baca itu kabur-kabur, harus disipitkan baru kelihatan. InsyaAllah nanti di rumah bisa baca Alquran dengan jelas," kata Isti.
Bakti sosial ini dijadwalkan berlangsung dua hari hingga 24 Mei 2026. Tahun ini juga menghadirkan inovasi baru berupa layanan terapi energi Qi Gong, serta skrining TBC menggunakan perangkat rontgen mobile untuk membantu menekan angka kasus TBC di Indonesia.
Melalui kolaborasi lintas agama dan profesi ini, diharapkan semangat kebersamaan dan kemanusiaan dapat terus dipupuk selaras dengan tema Waisak tahun ini, yakni Dharma sebagai sumber moral dan kebijaksanaan. (Lorien Nurajay Oxa/Kontributor MetroTV)