5.000 Jembatan Gantung Ditargetkan Rampung Akhir 2026

Siswa melintasi jembatan gantung di Desa Sembukan, Wonogiri, Jawa Tengah. Foto: ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.

5.000 Jembatan Gantung Ditargetkan Rampung Akhir 2026

Fachri Audhia Hafiez • 25 June 2026 11:18

Jakarta: Pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 jembatan gantung di berbagai wilayah rampung pada akhir 2026. Proyek strategis ini dirancang untuk memperkuat konektivitas masyarakat sekaligus memutus isolasi wilayah di daerah terpencil dan pedalaman.

"Membangun jembatan, menghubungkan harapan," tulis Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam unggahan di media sosialnya, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Presiden di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 25 Juni 2026.
 


Teddy memaparkan, sebagai tahap awal, pemerintah menargetkan sebanyak 2.500 jembatan gantung selesai dibangun pada Agustus 2026 mendatang. Setelah melampaui fase tersebut, proses pengerjaan di lapangan akan terus diakselerasi guna memenuhi target total 5.000 jembatan pada akhir tahun.

Pembangunan masif jembatan gantung ini dilakukan melalui skema kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah pusat, jajaran TNI Angkatan Darat, serta swadaya masyarakat setempat. Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat proses konstruksi di medan-medan yang sulit dijangkau.

Teddy menjelaskan bahwa kehadiran infrastruktur penyeberangan baru ini difokuskan untuk menghubungkan wilayah-wilayah produktif dan permukiman warga yang selama puluhan tahun terpisahkan oleh bentangan sungai luas. Oleh sebab itu, Presiden Prabowo Subianto terus mendorong realisasi program ini demi mewujudkan mobilitas yang lebih cepat, aman, dan merata.

"Di banyak wilayah yang selama puluhan tahun terpisahkan oleh sungai, kehadiran sebuah jembatan dapat mengubah kehidupan masyarakat," ujar Teddy.


Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Foto: Dok. Antara.

Lebih lanjut, Teddy mengemukakan bahwa jembatan gantung ini akan menjadi urat nadi baru yang mempermudah mobilitas harian warga. Dampak positifnya diharapkan langsung terasa pada peningkatan aksesibilitas terhadap fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, serta pusat kegiatan ekonomi publik lainnya.

Infrastruktur ini juga diproyeksikan menjadi solusi aman bagi anak-anak sekolah di daerah pedalaman yang selama ini harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai demi menuntut ilmu.

"Bagi anak-anak yang harus berangkat sekolah setiap hari, jembatan bukan hanya penghubung dua tepi sungai. Jembatan adalah penghubung menuju masa depan," ujar Teddy.

(Fachri Audhia Hafiez)