Para pemain Brasil merayakan gol kemenangan saat menyingkirkan Jepang 2-1 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. (Foto: Dok. FIFA)
6 Fakta Brasil Singkirkan Jepang: Comeback Selecao Pecahkan Sejumlah Rekor
Patrick Pinaria • 30 June 2026 11:22
Jakarta: Brasil menunjukkan mental juara saat menyingkirkan Jepang pada babak 32-besar Piala Dunia 2026, Selasa, 30 Juni 2026, dini hari WIB. Sempat tertinggal lebih dulu, Selecao berhasil bangkit dan menang 2-1 untuk memastikan langkah ke babak 16-besar.
Kemenangan dramatis tersebut tidak hanya mengantarkan Brasil lolos ke fase berikutnya, tetapi juga melahirkan sejumlah catatan bersejarah. Casemiro dan Gabriel Martinelli, dua aktor di balik comeback Selecao, sama-sama mengukir pencapaian istimewa lewat gol yang mereka ciptakan.
Bagi Casemiro, gol ke gawang Jepang merupakan gol internasional ke-10 dalam penampilannya yang ke-90 bersama timnas Brasil. Torehan tersebut sekaligus menjadikannya pencetak gol tertua kedua Brasil dalam sejarah Piala Dunia.
Saat membobol gawang Jepang, Casemiro berusia 34 tahun 126 hari. Ia melewati catatan Thiago Silva (33 tahun 278 hari) dan kini hanya berada di bawah legenda Brasil, Bebeto, yang masih memegang rekor sebagai pencetak gol tertua Selecao di Piala Dunia pada usia 34 tahun 137 hari.
Sementara itu, Martinelli tampil sebagai pahlawan kemenangan lewat gol pada menit ke-95. Gol tersebut memastikan comeback Brasil sekaligus menjadi gol penentu kemenangan paling telat pada waktu normal di fase gugur Piala Dunia sejak 1966.
Selain catatan di atas, masih ada sejumlah fakta menarik lainnya di balik kemenangan Brasil atas Jepang. Berikut rangkumannya:
1. Starter Brasil jadi yang tertua kedua
Dengan rata-rata usia 29 tahun 245 hari, susunan pemain Brasil saat menghadapi Jepang menjadi yang tertua kedua dalam pertandingan fase gugur Piala Dunia sejak 1966. Catatan tersebut hanya kalah dari tim Brasil yang kalah dari Prancis pada perempat final Piala Dunia 2006 dengan rata-rata usia 30 tahun 31 hari.2. Casemiro rajanya kartu
Casemiro telah mengoleksi lima kartu sepanjang tampil di Piala Dunia sejak menjalani debutnya pada edisi 2018. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dibandingkan pemain dari negara mana pun dalam periode tersebut. Khusus di fase gugur, ia telah menerima tiga kartu hanya dalam empat pertandingan.3. Brasil akhiri kutukan comeback
Kemenangan atas Jepang menjadi kemenangan pertama Brasil di fase gugur Piala Dunia setelah sempat tertinggal sejak menyingkirkan Inggris pada perempat final Piala Dunia 2002.Sebelumnya, Selecao selalu tersingkir dalam empat pertandingan fase gugur ketika lebih dulu tertinggal. Berkat kemenangan atas Jepang, Brasil kini mengoleksi tujuh kemenangan setelah sempat tertinggal di fase gugur Piala Dunia (tidak termasuk perebutan tempat ketiga), terbanyak dibandingkan negara mana pun. Jerman berada di posisi kedua dengan lima kemenangan.
4. Bruno Guimaraes ukir 2 rekor assist
Bruno Guimaraes kini menjadi pemimpin tunggal daftar assist Piala Dunia 2026 dengan koleksi empat assist. Ia menjadi pemain Brasil pertama yang mencatatkan empat assist dalam satu edisi Piala Dunia sejak Zico pada 1982.Empat assist tersebut juga melampaui torehan assist terbanyak yang dibukukan pemain mana pun pada Piala Dunia 2018 maupun 2022.
5. Brasil dominan di sepertiga akhir
Brasil membukukan 210 operan di sepertiga akhir lapangan saat menghadapi Jepang. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak yang pernah dicatat Selecao dalam satu pertandingan Piala Dunia sejak statistik mulai direkam pada 1966.6. Jepang samai rekor Asia
Meski harus tersingkir, Jepang tetap menorehkan catatan membanggakan. Samurai Biru mengakhiri Piala Dunia 2026 dengan koleksi delapan gol, menyamai rekor gol terbanyak yang pernah dicetak negara Asia dalam satu edisi Piala Dunia.Catatan tersebut menyamai torehan Korea Selatan saat tampil pada Piala Dunia 2002.