Menteri Agama Nasaruddin Umar optimistis Indonesia bisa menyalip Malaysia dan Arab Saudi mengembangkan ekonomi syariah. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.
Menag Optimistis Ekonomi Syariah Indonesia Bakal Jadi Nomor 1 Dunia
Eko Nordiansyah • 12 February 2026 10:45
Jakarta: Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, Indonesia saat ini menduduki urutan ke-3 dunia dalam hal pengembangan ekonomi syariah. Namun, dengan berbagai potensi yang dimiliki, ia meyakini Indonesia bisa menyalip Malaysia dan Arab Saudi.
"Kita baru urutan ke-3 tapi InsyaAllah saya yakin dalam tempo yang tidak terlalu lama kita akan menjadi the best one," kata Nasaruddin 'Metro TV Sharia Economic Forum: Accelerating Growth and Prosperity: Path to Global Impact' di The Tribatra Hotel, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.
Ia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia dalam dua tahun terakhir sangat signifikan. Dengan jumlah umat muslim dan luas negara yang begitu besar dibandingkan Malaysia, Nasaruddin menyebut, Indonesia bisa lebih mengembangkan potensi ekonomi syariah.
"Saya berharap bagaimana supaya statistik ini bisa makin melejit ke atas, bisa melampaui tetangga kita Malaysia. Malaysia penduduknya cuma 40 juta, negaranya kecil masa Indonesia kalah. Maka dari itu ada suatu yang perlu kita benahi, saya sangat optimis," ujar Nasaruddin.
Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) ini menyebut, Indonesia juga memiliki fondasi ekonomi yang kuat sehingga lebih menarik. Dengan pertumbuhan ekonomi yang selalu di atas lima persen, maka memberikan peluang pengembangan ekonomi syariah yang lebih besar.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.
"Pangkalan pendaratan ekonomi syariah di Indonesia itu sangat-sangat kuat. Bandingkan dengan Mesir, inflasi mereka di atas tujuh persen, pertumbuhan juga di bawah. Maka dari itu, ekonomi syariah itu sangat menjanjikan di Indonesia," jelas Nasaruddin.
Ia mengatakan, Indonesia juga memiliki potensi keuangan syariah mencapai Rp500 triliun dari sisi zakat, wakaf, hingga sumbangan keagamaan. Selain itu, Indonesia juga memiliki keunggulan dalam hal fesyen dan pariwisata muslim, yang tentunya masih bisa dikembangkan lagi.
"Keunggulan Indonesia seperti itu belum maksimum, karena kita menggarap pasar sendiri, busana muslim itu masih pasar sendiri, pariwisata masih sendiri. Coba kalau kita ekspor, kita garap dunia internasional bisa tiga kali lipat dari yang sekarang," kata Nasaruddin.