Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendapatkan gelar Prof Honoris Causa dari Universitas Nasional Jakarta. Foto: Dok/Kementerian Kebudayaan
Unas Anugerahkan Prof Hon kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon
Misbahol Munir • 11 February 2026 20:35
Jakarta: Universitas Nasional (Unas) mengukuhkan Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebagai Profesor Kehormatan (Prof. Honoris Causa) dalam sidang terbuka senat akademik di Auditorium Universitas Nasional, Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026. Gelar tersebut merupakan penghargaan akademik tertinggi yang diberikan atas kontribusi di bidang kebudayaan, pendidikan, dan kehidupan kebangsaan.
Rektor Universitas Nasional El Amry Bermawi Putera mengatakan penganugerahan itu telah melalui kajian akademik dengan mempertimbangkan rekam jejak intelektual, kepakaran, integritas, serta kontribusi Fadli Zon yang dinilai mendapat pengakuan nasional dan internasional.
“Pengukuhan ini kami maknai sebagai pengakuan akademik atas kerja panjang, ketekunan intelektual, serta konsistensi Dr. Fadli Zon dalam memperjuangkan kebudayaan, sejarah, dan jati diri bangsa,” ujar El Amry dalam sambutannya.
Ia menyebut kontribusi Fadli dalam pelestarian sejarah, penguatan literasi budaya, serta diplomasi kebudayaan dinilai sejalan dengan nilai-nilai Universitas Nasional yang diwariskan oleh Sutan Takdir Alisjahbana, salah satu pendiri kampus tersebut.
Baca Juga :
Pers Dinilai Berperan Penting Memperkuat Ekosistem Kebudayaan Daerah
Dalam orasi kebudayaannya, Fadli Zon menekankan pentingnya reinventing Indonesian identity sebagai fondasi penguatan peradaban bangsa di tengah dinamika global. Ia menyatakan berbagai temuan arkeologis menunjukkan Nusantara memiliki peran penting dalam perjalanan peradaban manusia.
“Upaya reinventing Indonesian identity merupakan wujud penguatan kembali posisi Indonesia sebagai episentrum peradaban dunia,” kata Fadli.
.jpeg)
Rektor Unas El Amry Bermawi Putera (kiri) mengucapkan selamat kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kanan) atas penganugerahnnya sebagai Profesor Kehormatan (Prof. Honoris Causa) dalam sidang terbuka senat akademik di Auditorium Universitas Nasional, Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026. Foto: Dok/Kementerian Kebudayaan.
Menurut dia, Indonesia tidak dapat dipahami semata sebagai negara-bangsa modern, melainkan sebagai peradaban-bangsa (civilizational state) yang berdiri di atas keberagaman etnis, bahasa, adat, dan tradisi.
“Budaya bukan hanya kompas, tetapi juga jalan tengah, ruang solusi yang melampaui dikotomi kekuasaan dan kepentingan,” ujar Fadli.
Universitas Nasional menyatakan penganugerahan tersebut juga mempertimbangkan rekam jejak akademik Fadli sebagai dosen luar biasa di Universitas Indonesia dan dosen tidak tetap di Universitas Nasional sejak 2018, serta produktivitasnya menulis lebih dari 40 buku dan berbagai karya ilmiah.
Baca Juga :
AS Dukung Penuh Pelestarian Warisan Budaya dan Koleksi Museum Indonesia
Selain itu, kiprah Fadli dalam pelestarian sejarah melalui pendirian perpustakaan, museum, dan rumah budaya, serta keterlibatannya di berbagai forum nasional dan internasional turut menjadi pertimbangan.
Sejumlah tokoh turut menghadiri pengukuhan tersebut, antara lain pimpinan lembaga negara, jajaran kementerian, anggota DPR, guru besar, sivitas akademika, serta perwakilan negara sahabat.
Menutup orasinya, Fadli menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan menegaskan kebudayaan harus menjadi fondasi utama dalam pembangunan nasional serta penguatan persatuan bangsa.