Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie (tengah). Foto: Istimewa.
Pemkot Tangsel Luncurkan Tangsel One dan HELITA, Pelayanan Publik Berbasis AI
Anggi Tondi Martaon • 1 May 2026 14:02
Tangsel: Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) meluncurkan inovasi berbasis artificial intelligence (AI) 'Tangsel One' beserta HELITA (Hello Kita Tangsel). Hal itu sebagai bagian dari transformasi pelayanan publik di Gedung Utama Pemkot Tangsel.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan bahwa pelayanan publik berbasis AI di aplikasi WhatsApp (WA) tersebut diluncurkan sebagai komitmen pemerintah dalam mengikuti perkembangan zaman. "Di tengah perubahan yang begitu cepat, masyarakat menginginkan pelayanan yang lebih sederhana, lebih cepat, dan lebih
dekat," kata Benyamin melalui keterangan tertulis, Jumat, 1 Mei 2026.
Menurut Benyamin, pemerintah tidak lagi harus hadir secara fisik, namun bisa melakukan sarana digital yang dapat diakses kapan dan di mana saja oleh masyarakat yang membutuhkan. Nantinya, masyarakat akan dilayani oleh asisten imajiner bernama HELITA.
"Dari semangat itulah Tangsel One lahir sebagai jawaban atas kebutuhan layanan masa kini," ungkap Benyamin.
Benyamin menyebut nama Tangsel One dipilih sebagai bagian dari visi pemerintah menuju globalisasi. Tangsel One dirancang sebagai sebuah platform layanan terpadu yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai layanan Pemkot Tangsel dalam satu ekosistem digital.
Dengan mengirim pesan melalui HELITA melalui nomor 085177000141, masyarakat dapat memperoleh informasi pemerintahan, menyampaikan aspirasi, melakukan pengaduan, membantu proses perizinan, mengetahui program daerah, hingga mendapatkan berbagai informasi penting mengenai kota secara lebih praktis dan efisien.
Dengan adanya teknologi tersebut, ia menyebut bahwa warga cukup berinteraksi melalui WhatsApp, tanpa harus memahami sistem yang rumit. Menurutnya, pemerintah harus bisa menyesuaikan diri dengan kebiasaan masyarakat, bukan sebaliknya.
"Jika dahulu pelayanan identik dengan antrean panjang dan proses yang memakan waktu, maka kini pelayanan harus hadir dengan sentuhan teknologi yang cerdas namun tetap ramah," ujar Benyamin.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangsel Tb Asep Nurdin, Foto: Istimewa.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangsel Tb Asep Nurdin mengatakan bahwa dengan memanfaatkan AI, mempermudah pemerintah dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Kota Tangsel. "Bahwa Tangsel One ini nanti cukup chat, maka bisa mengakses seluruh layanan yang ada di Kota Tangerang Selatan. Basisnya apa? Ya, basisnya AI," kata Asep.
Asep menyebut Tangsel One hadir bermula dari banyaknya informasi yang tersebar, baik di kanal-kanal media sosial hingga website yang dimiliki oleh masing-masing pemerintah daerah. Kanal tersebut masih diakses mandiri oleh masyarakat.
Untuk menyederhanakan langkah tersebut, Asep mengatakan pihaknya kemudian menghadirkan Tangsel One yang akan dibantu oleh asisten digital bernama HELITA. Lebih lanjut, Asep mengatakan bahwa Tangsel One hadir untuk memberikan satu akses tunggal, satu akses, satu data, dan satu Tangerang Selatan.
"Setiap elemen brand ini, nama Tangsel One itu angka satu itu ada simbol sebagai integrasi mutlak dari berbagai layanan yang ada di Kota Tangerang Selatan. Sedangkan bubble chat itu mempunyai makna koneksi tanpa hambatan," ungkap Asep.
Menurutnya, logo tersebut bukan sekadar desain, namun pernyataan visual bahwa layanan publik di Tangsel saat ini bergerak maju menuju sistem yang saling terhubung, cepat, mudah, dan mempunyai prinsip berkeadilan.
"Kenapa kami katakan berkeadilan? Karena siapa pun warga, sebagai contoh yang mendaftarkan perizinan, yang nge-chat duluan otomatis akan dilayani terlebih dahulu," ujar Asep.