Ilustrasi jamaah calon haji asal Riau menuju keberangkatan di Embarkasi Haji Batam, Kepulauan Riau. ANTARA/HO-Kanwil Kemenhaj Riau
3.051 Calon Haji Asal Riau Diberangkatkan ke Tanah Suci
Silvana Febiari • 2 May 2026 13:12
Pekanbaru: Sebanyak 3.051 calon haji asal Provinsi Riau telah diberangkatkan ke Tanah Suci melalui Embarkasi Batam, Kepulauan Riau. Mereka turut didampingi 14 Petugas Haji Daerah (PHD), tiga pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta 28 petugas kloter.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau Defizon menyampaikan pemberangkatan dilakukan secara bertahap melalui beberapa kloter mulai dari BTH 3 hingga BTH 9. Secara umum seluruh proses berjalan lancar, meskipun terdapat beberapa calon haji yang harus menunda keberangkatan karena kondisi kesehatan.
“Alhamdulillah, sampai saat ini sebanyak 3.096 calon haji asal Riau sudah diberangkatkan ke Tanah Suci. Memang ada beberapa yang harus menunda keberangkatan karena sakit,” kata Defizon, dilansir dari Antara, Sabtu, 2 Mei 2026.
Baca Juga :
Ia menjelaskan terdapat 18 orang yang tertunda keberangkatannya. Rinciannya, tujuh calon haji masih menjalani perawatan di Batam, enam orang pendamping turut tertahan, serta emat calon haji lainnya mengalami sakit di daerah asal. Selain itu, satu calon haji dilaporkan meninggal dunia sebelum keberangkatan.
Setiap kloter memberangkatkan ratusan calon haji dengan dinamika yang berbeda. Kloter BTH 3 memberangkatkan 443 orang dengan dua orang harus tertunda dan Kloter BTH 4 membawa 440 orang dengan lima orang tertunda.
Pada Kloter BTH 5, sebanyak 438 calon haji diberangkatkan, sementara tujuh orang lainnya menunda keberangkatan. Kloter BTH 6 memberangkatkan 399 orang, dengan adanya penyesuaian berupa mutasi antarkloter.
“Mutasi ini hal biasa dalam penyelenggaraan haji, biasanya karena penyesuaian data atau kondisi jemaah,” ujar Defizon.

Ilustrasi haji. Foto- Dok. Kemenag
Kloter BTH 7 menjadi yang terbesar dengan 488 calon haji. Sementara Kloter BTH 8 memberangkatkan 445 orang, meski terdapat enam orang tertunda dan satu calon haji dilaporkan meninggal dunia di daerah.
Adapun Kloter BTH 9 yang diberangkatkan pada 1 Mei 2026, membawa 443 orang, dengan dua orang masih menjalani perawatan di Batam. Defizon menegaskan pemerintah terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah, terutama dalam memastikan kesiapan fisik sebelum keberangkatan.
“Kami pastikan jamaah mendapatkan pelayanan maksimal. Kesehatan menjadi prioritas utama agar mereka bisa menjalankan ibadah haji dengan lancar,” ucapnya.