Suasana rumah duka di Perumahan Mangun Jaya Lestari 2, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. (Metro TV/ M. Agustian Arisda)
Sempat Dirawat Dua Hari, Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Meninggal
29 April 2026 17:40
Bekasi: Seorang korban kecelakaan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek, Mia Citra Rumaisha, mengembuskan napas terakhir pada Rabu siang, 29 April 2026. Ia sempat mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasbullah Abdulmadjid.
Kabar duka tersebut membuat suasana haru menyelimuti rumah duka di Perumahan Mangun Jaya Lestari 2, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga dan kerabat yang telah menunggu.
"Namanya takdir, kita semua tidak bisa menolak dan kami sekeluarga sudah mengikhlaskan," kata orang tua Mia, Muhammad Hamid di Bekasi, Rabu, 29 April 2026.
Baca Juga :
Mia sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka pada bagian kaki dan tangan yang dideritanya setelah kecelakaan sejak Senin malam, 27 April 2026. Mia diketahui menjadi salah satu korban dalam tabrakan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
"Kebetulan anak saya di situ di gerbong perempuan," ucap Hamid.

Orang tua Mia Citra Rumaisha, Muhammad Hamid. (Metro TV/ M. Agustian Arisda)
Sebelum meninggal dunia, Mia masih sempat berkomunikasi dalam kondisi yang tampak cukup sehat, meski akhirnya takdir berkata lain. "Pada waktu itu, anak saya selamat, bisa diangkat dan saya mendampingi anak saya bahkan saya bisa ngobrol sampai tadi pagi masih berkomunikasi," ungkap Hamid.
Mia Citra Rumaisha diketahui merupakan seorang karyawati di sebuah perusahaan di wilayah Jakarta Timur. Dalam kesehariannya, ia menggunakan KRL Commuter Line dari Stasiun Tambun untuk berangkat bekerja.
"Anaknya kerja setiap hari naik kereta dari Tambun ke Pulogadung, berangkat dan pulang," ujar Hamid.
Setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah rencananya akan diberangkatkan ke kampung halamannya di Ngawi, Jawa Timur, untuk dimakamkan. "Inshaallah akan saya bawa ke kampung halaman saya di Ngawi," tutur Hamid. (M. Agustian Arisda)