Hujan Deras Picu Belasan Bencana di Bogor, Longsor Terbanyak

Petugas BPBD melakukan penanganan di lokasi longsor Kelurahan Ranggamekar, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (4/5/2016). ANTARA/HO-BPBD Kota Bogor

Hujan Deras Picu Belasan Bencana di Bogor, Longsor Terbanyak

Lukman Diah Sari • 4 May 2026 22:18

Kota Bogor: Hujan deras memicu rangkaian bencana tanah longsor dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Kota Bogor, Jawa Barat, yang mengakibatkan kerusakan rumah hingga memaksa warga mengungsi, Senin, 4 Mei 2026. Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Dimas Tiko Prahadisasongko mengatakan intensitas hujan yang tinggi menjadi faktor utama pemicu kejadian, diperparah kondisi tanah labil dan gerusan aliran sungai di sejumlah titik.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mencatat sedikitnya 12 kejadian bencana dalam rentang Minggu, 3 Mei hingga Senin, 4 Mei 2026. Bencana didominasi peristiwa tanah longsor yang tersebar di berbagai kecamatan.

“Curah hujan tinggi menjadi pemicu utama, ditambah kondisi tanah yang labil serta erosi di bantaran sungai,” ujar Dimas, melansir Antara.

Salah satu peristiwa terjadi di Kelurahan Sukasari, Bogor Timur, dengan longsoran setinggi 30 meter yang berdampak pada lima rumah warga. Seorang warga dilaporkan mengalami luka di bagian kepala dan punggung akibat tertimpa material longsor.

Longsor juga terjadi di wilayah Pasir Kuda, Bogor Barat, yang menimpa rumah warga. Sehingga penghuni terpaksa mengungsi ke rumah kerabat karena khawatir terjadi longsor susulan.

Kemudian di wilayah Ranggamekar, Bogor Selatan, longsor susulan merusak sebagian besar rumah warga dan menyebabkan satu korban luka ringan. BPBD mencatat kebutuhan mendesak di lokasi tersebut, meliputi pembangunan tembok penahan tanah (TPT), hunian sementara, serta bantuan logistik.


Ilustrasi banjir. Metrotvnews.com

Selain longsor, bencana lain berupa banjir lintasan terjadi di Kelurahan Mulyaharja, Bogor Selatan, yang berdampak pada tiga kepala keluarga setelah air masuk ke dalam rumah dan sebuah ruko akibat derasnya aliran air. Sementara itu, kejadian longsor di Kelurahan Tanah Baru, Bogor Utara, mengakibatkan tembok penahan tanah jebol hingga air meluap dan merendam sekitar 20 rumah warga dengan ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter.

BPBD bersama unsur gabungan telah melakukan asesmen, pembersihan material, serta penanganan darurat di lokasi terdampak, termasuk penyaluran bantuan terpal kepada warga. “Beberapa rumah masih belum bisa dihuni karena berpotensi terjadi longsor susulan,” kata Dimas.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor dan bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)