Ilustrasi, Gedung PTPP. Foto: dok PTPP.
PTPP Raih Rp2,76 Triliun Kontrak Baru di Januari 2026
Husen Miftahudin • 27 February 2026 14:56
Jakarta: PT PP (Persero) Tbk atau PTPP berhasil membukukan perolehan nilai kontrak baru sebesar Rp2,76 triliun hingga Januari 2026. Capaian tersebut meningkat signifikan sebesar 120,8 persen (yoy), mencerminkan awal tahun yang positif bagi kinerja perseroan.
"Pertumbuhan perolehan kontrak baru pada awal tahun ini menunjukkan momentum yang baik bagi PTPP untuk menjaga kinerja secara berkelanjutan sepanjang 2026," kata Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo dalam keterangan tertulis, Jumat, 27 Februari 2026.
Adapun perolehan kontrak baru tersebut didominasi oleh proyek dengan sumber dana pemerintah sebesar 73,31 persen, diikuti proyek BUMN sebesar 25,20 persen, serta proyek swasta sebesar 1,49 persen.
Berdasarkan lini bisnis, kontribusi terbesar berasal dari sektor Gedung sebesar 43,28 persen, Jalan dan Jembatan sebesar 26,64 persen, Smelter dan Pertambangan sebesar 25,20 persen, Pengolahan Air dan Limbah sebesar 4,18 persen, Infrastruktur Air sebesar 0,54 persen, serta Fasilitas Oil & Gas sebesar 0,16 persen.
| Baca juga: PTPP Inisiasi 5 Program Pemulihan Infrastruktur Vital di Aceh |
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: dok MI)
Proyek strategis garapan PTPP
Beberapa proyek strategis yang berhasil diraih PTPP di Januari 2026 diantaranya Proyek Gedung Kantor Pidum & Datum Kejaksaan Agung RI senilai Rp820,7 miliar, Proyek Pembangunan BRT Metropolitan Membidang Medan senilai Rp538,5 miliar, Proyek Penambangan Bauksit Mempawah senilai Rp478,6 miliar, dan Proyek Penanganan Bencana Aceh senilai Rp341,7 miliar.
Joko menyampaikan, capaian ini menjadi fondasi optimisme perseroan dalam menyongsong 2026 di tengah dinamika dan tantangan industri konstruksi yang masih berlangsung.
"Perseroan akan tetap fokus pada eksekusi proyek secara tepat waktu, dengan standar kualitas terbaik serta penerapan zero accident. Selain itu, kami memastikan setiap proyek dijalankan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG), manajemen risiko yang prudent, serta mendukung pembangunan berkelanjutan," terang Joko.
Dengan strategi selektivitas proyek dan penguatan manajemen operasional, PTPP optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan kinerja serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan sepanjang 2026.