Ratusan karyawan Indonesia mengikuti pelatihan intensif di Zhijiang, Hubei, Tiongkok. Foto: dok Istimewa.
Genjot Daya Saing SDM, KEK Batang Kirim Ratusan Pekerja ke Tiongkok
Husen Miftahudin • 25 February 2026 20:48
Jakarta: Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang yang merupakan bagian dari Holding BUMN Danareksa terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal. Salah satu tenant, PT Ace Medical Products Indonesia, mengirimkan 156 karyawan Indonesia untuk mengikuti pelatihan intensif di Zhijiang, Hubei, Tiongkok.
Program pelatihan dilaksanakan dalam dua gelombang, yakni Periode I pada November 2025-Februari 2026 dan Periode II pada Maret-Juni 2026. Dari total peserta, 117 orang atau sekitar 80 persen merupakan tenaga kerja asal Batang, mencerminkan komitmen perusahaan dalam memberdayakan masyarakat lokal sejak awal fase operasional.
HRGA Manager Ace Medical Products Indonesia Agnes Galih menjelaskan pelatihan dilakukan langsung di fasilitas Tiongkok karena seluruh sistem produksi, mesin, teknologi, bahan baku, dan trainer masih terpusat di sana.
"Karyawan perlu memahami proses produksi secara menyeluruh, termasuk standar operasional, sistem teknologi, serta budaya kerja dan disiplin perusahaan. Dengan demikian, saat fasilitas di Batang mulai beroperasi, mereka telah siap bekerja sesuai standar global," ungkap Agnes dalam keterangan tertulis, Rabu, 25 Februari 2026.
Adapun kompetensi yang dipelajari meliputi operator dan operator mesin produksi, quality assurance (QA), teknisi mesin, sterilisasi, waste water management, production material control (PMC), hingga sistem dan teknologi produksi. Pelatihan ini tidak hanya mencakup aspek teknis, tetapi juga penguatan kemampuan manajerial sesuai jabatan masing-masing karyawan.
Program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Manajemen Allmed China menargetkan dalam lima tahun ke depan operasional Ace Medical Products Indonesia dapat sepenuhnya dikelola dan dimanajemen oleh tenaga kerja Indonesia. Setelah kembali ke Batang, para peserta akan ditempatkan sesuai posisi masing-masing dan berperan dalam transfer pengetahuan kepada karyawan baru melalui mekanisme kontrol dan evaluasi berkelanjutan.
| Baca juga: Cetak Investasi 4,87 Triliun, KEK Industropolis Batang Dijejali Investor Singapura hingga Tiongkok |
.jpeg)
(Sebanyak 156 karyawan Indonesia mengikuti pelatihan intensif di Zhijiang, Hubei, Tiongkok. Foto: dok Istimewa)
Transfer teknologi dan peningkatan daya saing SDM lokal
Kepala Divisi Corporate Secretary KEK Industropolis Batang M. Burhan Murtaki menegaskan program ini mencerminkan model investasi berkualitas yang dikembangkan di kawasan.
"Investasi yang kami dorong di KEK Industropolis Batang bukan hanya membangun fasilitas produksi, tetapi juga membangun kapasitas manusia di dalamnya. Pengiriman tenaga kerja lokal untuk training langsung di negara asal investor menunjukkan adanya transfer teknologi dan knowledge sharing yang nyata. Inilah fondasi daya saing industri jangka panjang," tegas dia.
Saat ini, sebagian besar operasional perusahaan dijalankan oleh tenaga kerja lokal, sementara posisi pimpinan proyek dan produksi masih dipegang tenaga kerja asing sebagai bagian dari proses transisi dan alih keahlian. Ke depan, perusahaan menargetkan kemandirian penuh oleh SDM Indonesia.
Program pengiriman tenaga kerja ke Tiongkok ini memperkuat posisi KEK Industropolis Batang sebagai kawasan industri strategis yang tidak hanya menarik investasi manufaktur berteknologi, tetapi juga memastikan terjadinya transfer teknologi dan peningkatan daya saing SDM lokal secara berkelanjutan.