Sejumlah kendaraan mengatre saat terjebak banjir di ruas Tol Jakarta-Tangerang tepatnya di KM 24 Tol Bitung. ANTARA/HO-Jasamarga
Tol Jakarta-Tangerang Terendam Banjir, Ini Penyebabnya
Achmad Zulfikar Fazli • 8 March 2026 17:22
Tangerang: Senior Manager Representative Office 2 Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT), Ginanjar Bekti R, mengungkapkan banjir yang menggenangi Tol Jakarta-Tangerang Kilometer (KM) 24 pada Minggu, 8 Maret 2026, akibat curah hujan tinggi sejak dua hari terakhir. Hal ini membuat aliran kali tidak sanggup menahan debit air.
"Genangan disebabkan tingginya curah hujan dua hari terakhir sehingga menyebabkan genangan di kawasan pemukiman dan jalan tol," ungkap Bekti saat dikonfirmasi di Tangerang, Banten, dilansir dari Antara, Minggu, 8 Maret 2026.
Dia mengatakan dampak curah hujan yang cukup tinggi mengguyur sebagian wilayah Tangerang, arus lalu lintas di Tol Jakarta-Tangerang tepatnya di KM 24 arah Bitung, mengalami kepadatan cukup parah. Namun, seiring redanya hujan dan luapan air yang melanda wilayah tersebut, arus lalu lintas hingga siang hari tadi mulai kembali normal.
"Sebagian besar titik genangan sudah surut dan dapat beroperasi normal kembali, tersisa dua titik, yaitu KM 10 sampai 800 Ruas Tol Jakarta-Tangerang arah Tangerang dan di Akses Keluar Gerbang Tol Karang Tengah Barat (KTB), yang menyebabkan akses KTB ditutup sementara sejak pukul 07.45 WIB pagi tadi," jelas dia.
.png)
Jalan Tol Tangerang-Merak terendam banjir, Minggu, 8 Maret 2026. (MGN)
Baca Juga:
Tol Jakarta–Tangerang KM 23–24 Banjir, Kendaraan Mengular |
Dia mengatakan untuk genangan air di ruas Tol Jakarta-Tangerang terpantau menutupi bahu luar, di mana tersisa dua titik, yaitu KM 10+800 Ruas Tol Jakarta-Tangerang arah Tangerang dan di Akses Keluar Gerbang Tol Karang Tengah Barat (KTB) yang menyebabkan akses KTB ditutup sementara sejak pukul 07.45 WIB.
"Petugas melakukan pengaturan lalu lintas dan imbauan di lapangan untuk mengantisipasi gangguan kendaraan akibat terkena genangan air," tutur dia.
Pihaknya beserta stakholder terkait terus melakukan percepatan penanganan genangan serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan upaya yang diperlukan.
Sekitar total lima pompa air dikerahkan di dua lokasi titik banjir untuk mempercepat penanganan genangan. Kemudian, untuk mengurangi kepadatan, pihak Kepolisian dan petugas Jasa Marga mengarahkan arus lalu lintas agar situasi tidak memperparah dari kepadatan.
"Petugas Jasa Marga juga terus berada di lokasi untuk melakukan pengaturan lalu lintas yang dibutuhkan," ucap dia.