Purbaya Beberkan Penyebab Neraca Perdagangan Mei 2026 Defisit

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Metrotvnews.com/Richard Alkhalik

Purbaya Beberkan Penyebab Neraca Perdagangan Mei 2026 Defisit

Eko Nordiansyah • 2 July 2026 10:20

Jakarta: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai defisit neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 dipicu meningkatnya impor minyak dan gas (migas) yang diiringi kenaikan harga minyak dunia.

"Dugaan saya karena kita impor migas, harganya lagi naik kan? Minyak bumi, saya pikir di situ yang membuatnya (impor) naik,” kata Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 2 Juli 2026.

Sebagaimana diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Neraca Perdagangan Indonesia pada Mei 2026 mengalami defisit USD1,61 miliar. Nilai ini mengakhiri catatan surplus beruntun Indonesia selama 72 bulan sejak Mei 2020.

BPS mencatat neraca perdagangan migas mengalami defisit sebesar USD3,76 miliar, yang terutama disumbang oleh impor hasil minyak dan minyak mentah.

Di sisi lain, neraca perdagangan nonmigas masih mencatat surplus sebesar USD2,15 miliar, dengan penyumbang utama berasal dari komoditas bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani atau nabati, serta besi dan baja.



(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)

Neraca perdagangan 2026 masih positif

Purbaya menilai kondisi tersebut tidak perlu dikhawatirkan karena secara kumulatif, neraca perdagangan masih berada di zona positif.

Neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari-Mei 2026 masih mencetak surplus sebesar USD4,03 miliar. Surplus ditopang oleh neraca perdagangan nonmigas yang mencapai USD16,31 miliar. Sementara itu, neraca perdagangan migas masih mengalami defisit USD12,28 miliar.

"Jadi kenaikannya betul seperti yang saya bilang tadi, karena migas yang defisitnya membesar karena harga minyak yang tinggi. Jadi harusnya nanti akan terkendali ke depan," jelas Menkeu.

(Eko Nordiansyah)