Titik gempa bumi berdasarkan hasil pemetaan oleh BMKG Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (18/4/2026). ANTARA/HO-BMKG Kendari
Aktivitas Sesar Picu Gempa Bumi di Kendari
Whisnu Mardiansyah • 18 April 2026 10:37
Kendari: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut aktivitas sesar memicu terjadinya gempa bumi di wilayah Kota Kendari. Getaran gempa dirasakan hingga ke Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, saat dihubungi di Kendari, Sabtu, mengatakan gempa bumi tersebut terjadi pada Sabtu, 18 April 2026, sekitar pukul 05.13 Wita.
“Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 2,8,” kata Nasrol Adil di Kendari seperti dilansir Antara, Sabtu, 18 April 2026.
Dia menyebutkan episenter gempa bumi tersebut terletak pada koordinat 4,04 Lintang Selatan (LS) dan 122,56 Bujur Timur. Lokasi tersebut tepatnya berada di darat pada jarak 10 kilometer Tenggara Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan kedalaman 5 kilometer.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Kendari North,” ujarnya.
Nasrol Adil mengungkapkan, berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap) dan laporan yang masuk, gempa bumi tersebut menimbulkan guncangan yang dirasakan di Kota Kendari dengan skala intensitas III MMI. Tingkat intensitas itu berarti getaran terasa nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk yang berlalu.
Sementara itu, di Kabupaten Konawe Selatan, guncangan terasa pada skala intensitas II MMI. Pada tingkat ini, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.
“Dan Kabupaten Konsel II MMI atau getaran yang dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang,” ungkap Nasrol Adil.
.jpg)
Ilustrasi Medcom.id
Meski demikian, ia menyebutkan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan dampak kerusakan akibat gempa bumi tersebut. “Hingga pukul 06.35 Wita, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya dua kejadian gempa bumi susulan,” jelasnya.
Nasrol Adil mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. BMKG juga mengingatkan warga untuk memastikan informasi resmi hanya bersumber dari kanal komunikasi terverifikasi milik BMKG. Sumber tersebut meliputi media sosial, laman resmi, maupun aplikasi Mobile Apps InfoBMKG.
"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG untuk menghindari disinformasi," katanya.