Italia Tak Suka Trump Berselisih dengan Paus Leo, Berujung Diancam Cabut Perlindungan

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni. Foto: EFE

Italia Tak Suka Trump Berselisih dengan Paus Leo, Berujung Diancam Cabut Perlindungan

Muhammad Reyhansyah • 17 April 2026 18:22

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam tidak akan memberikan perlindungan kepada Italia, seiring memburuknya hubungan antara Washington dan Roma akibat perbedaan pandangan terkait perang Iran serta sikap terhadap Paus Leo XIV.

"Italia tidak ada untuk kami, kami juga tidak akan ada untuk mereka!" tulis Trump melalui platform Truth Social pada Kamis, 16 April 2026.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, yang sebelumnya dikenal sebagai sekutu dekat Trump, dalam beberapa hari terakhir terlibat perselisihan terbuka dengan Presiden AS tersebut. 

Ketegangan ini mencerminkan jurang perbedaan yang semakin lebar di antara sesama anggota NATO, dipicu oleh kritik keras Trump terhadap Paus Leo XIV serta keputusannya sebelumnya untuk terlibat dalam perang melawan Iran bersama Israel, konflik yang turut mengguncang pasar global.

Sebelumnya, Trump mengaku "terkejut" karena Meloni "tidak ingin membantu kami dalam perang" melawan Iran.

Pernyataan itu disampaikan kepada surat kabar Corriere della Sera, setelah Meloni menyebut kemarahan Trump terhadap sikap Paus Leo yang menentang perang Iran sebagai sesuatu yang “tidak dapat diterima.”

“Dia tidak dapat diterima karena dia tidak peduli bahwa Iran memiliki senjata nuklir dan bisa menghancurkan Italia dalam dua menit jika mereka punya kesempatan,” ujar Trump, dikutip dari Anadolu, Jumat, 17 April 2026.

Paus Leo XIV sendiri berulang kali menyatakan solidaritas terhadap warga Palestina di Gaza, dengan menyebut kondisi di wilayah tersebut sebagai “tidak dapat diterima” di tengah konflik yang berlangsung sejak Oktober 2023.  Ia juga secara terbuka menentang perang yang melibatkan AS dan Israel melawan Iran.

"Bisakah seseorang memberi tahu Paus Leo bahwa Iran telah membunuh setidaknya 42.000 demonstran tak bersenjata dalam dua bulan terakhir, dan bahwa Iran memiliki bom nuklir adalah hal yang sama sekali tidak dapat diterima," kata Trump.

Di Italia, pernyataan Trump memicu kecaman luas, baik dari pemerintah maupun pihak oposisi.

Sekretaris Partai Demokrat Elly Schlein menyatakan adanya “kecaman tegas atas serangan Presiden Donald Trump terhadap Meloni karena telah dengan semestinya menyatakan solidaritas kepada Paus Leo.”

“Kami adalah lawan di parlemen ini, tetapi kami semua adalah warga Italia dan tidak akan menerima serangan atau ancaman terhadap pemerintah dan negara kami,” tambah Schlein.

Meskipun Paus saat ini berasal dari Amerika Serikat, keberadaan Vatikan sebagai negara mikro di jantung Roma serta posisi Katolik sebagai agama mayoritas di Italia membuat setiap kritik terhadap Paus kerap dipandang sebagai serangan terhadap Italia itu sendiri.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)