Jemaah calon haji kloter pertama melakukan pemeriksaan dokumen keimigrasian Arab Saudi melalui layanan Mecca Route, di Bandara Internasional Juanda, di Sidoarjo, Jawa Timur. Foto: ANTARA/Umarul Faruq.
Kemenhaj Imbau Jangan Terlalu Banyak Seremonial Pelepasan Calon Haji
Fachri Audhia Hafiez • 22 April 2026 13:29
Jakarta: Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau otoritas di tingkat kabupaten, kota, maupun embarkasi untuk membatasi acara seremonial pelepasan keberangkatan jamaah calon haji Indonesia. Imbauan ini bertujuan untuk memastikan para tamu Allah tersebut memiliki waktu istirahat yang cukup sebelum menempuh perjalanan panjang menuju Tanah Suci.
“Mohon jangan terlalu banyak seremonial di daerahnya masing-masing terkait dengan pelepasan jamaah, supaya kemudian jamaah tidak banyak lama menunggu, tidak letih karena seremonial yang terlalu banyak itu menyebabkan jamaah mudah letih,” ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak di Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 22 April 2026.
Dahnil menyoroti kebiasaan seremonial pelepasan yang sering dilakukan berulang kali. Mulai dari tingkat daerah hingga embarkasi.
Kondisi ini dikhawatirkan menguras stamina jamaah. Terutama bagi mereka yang masuk kategori lanjut usia (lansia), risiko tinggi (risti), dan disabilitas yang sangat memerlukan kebugaran fisik optimal.
“Mohon dipahami supaya bisa kurangi acara-acara seremonial di daerah terkait dengan pelepasan jamaah,” tegas Dahnil.
(9).jpg)
Ilustrasi haji. Foto: Dok. Istimewa.
Operasional misi haji 1447 Hijriah/2026 Masehi sendiri resmi dimulai pada Rabu dini hari. Sebanyak 391 calon haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) pertama Embarkasi Pondok Gede Jakarta (JKG 1) telah diberangkatkan.
Ratusan jamaah tersebut terbang menuju Madinah melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 00.45 WIB dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Keberangkatan kloter perdana ini menjadi penanda dimulainya fase pemberangkatan jamaah haji Indonesia ke Arab Saudi secara bertahap.