MV Hondius, kapal pesiar yang membawa penumpang terjangkit Hantavirus. Foto: Cruise Mapper
Terpapar Hantavirus, Dua Warga Singapura Diisolasi Badan Kesehatan
Fajar Nugraha • 8 May 2026 16:11
Singapura: Dua warga Singapura yang berada di kapal pesiar MV Hondius saat terjadi wabah hantavirus saat ini diisolasi di Pusat Nasional Penyakit Menular (NCID) dan tengah menjalani pemeriksaan virus tersebut.
“Hasil tes mereka masih menunggu. Satu orang mengalami pilek namun secara umum dalam kondisi baik, sementara satu lainnya tidak menunjukkan gejala. Risiko terhadap masyarakat umum di Singapura saat ini rendah,” demikian pernyataan Badan Pengendalian Penyakit Menular (CDA) pada Kamis, 7 Mei 2026, dikutip dari Channel News Asia, Jumat 8 Mei 2026.
CDA menyebut pihaknya menerima pemberitahuan pada 4 dan 5 Mei bahwa kedua individu tersebut berada di MV Hondius ketika kapal berangkat dari pelabuhan Ushuaia di Argentina pada 1 April. Kapal tersebut kemudian melaporkan wabah Andes hantavirus.
Individu pertama merupakan warga Singapura berusia 67 tahun yang tiba di Singapura pada 2 Mei. Individu kedua adalah penduduk tetap Singapura berusia 65 tahun yang tiba pada 6 Mei.
CDA menjelaskan kedua pria tersebut telah turun dari kapal dan juga berada dalam penerbangan yang sama dengan satu kasus hantavirus terkonfirmasi dari St Helena menuju Johannesburg pada 25 April. Kasus terkonfirmasi tersebut tidak melakukan perjalanan ke Singapura dan dilaporkan meninggal dunia di Afrika Selatan.
Hingga Rabu, delapan kasus termasuk tiga kematian telah dikaitkan dengan klaster kapal pesiar tersebut. Tiga kasus dipastikan terinfeksi hantavirus, sementara sisanya masih dalam penyelidikan. CDA menambahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) saat ini menilai risiko terhadap populasi global masih rendah.
Langkah karantina
CDA menyatakan apabila dua warga Singapura yang kini diisolasi di NCID dinyatakan negatif hantavirus, mereka tetap akan menjalani karantina selama 30 hari sejak tanggal paparan terakhir. Hal ini karena sebagian besar kasus hantavirus diperkirakan mulai menunjukkan gejala dalam periode tersebut.“Tes akan dilakukan kembali sebelum dibebaskan dari karantina, kemudian mereka akan menjalani pemantauan melalui telepon selama sisa masa observasi 45 hari sejak paparan terakhir, yang merupakan masa inkubasi maksimum hantavirus,” ujar CDA.
Jika hasil tes menunjukkan positif hantavirus, keduanya akan tetap dirawat di rumah sakit untuk pemantauan dan perawatan mengingat infeksi hantavirus berpotensi menjadi parah. “Pelacakan kontak akan dilakukan untuk mengidentifikasi orang-orang yang terpapar selama masa infeksi, dan kontak erat akan dikarantina,” lanjut CDA.
Apa Itu Hantavirus?
Hantavirus merupakan virus yang dibawa oleh sejumlah hewan pengerat. Manusia dapat terinfeksi ketika menghirup debu yang terkontaminasi urine, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi, terutama saat membersihkan atau mengganggu area dengan aktivitas tikus.Infeksi hantavirus tergolong jarang, tetapi tingkat keparahannya dapat berkisar dari ringan hingga berat. CDA menjelaskan bahwa hantavirus umumnya tidak menular antar manusia. Namun, salah satu jenisnya yaitu Andes virus yang ditemukan di beberapa wilayah Amerika Selatan diketahui terkait dengan penularan dari manusia ke manusia.
Gejala infeksi Andes virus biasanya meliputi demam, nyeri tubuh, kelelahan, gangguan pencernaan, dan kesulitan bernapas. Kondisi tersebut dapat berkembang cepat menjadi syok hingga kematian. Penanganan dilakukan melalui perawatan suportif dan pemantauan di rumah sakit bila diperlukan. Hingga kini belum ada pengobatan antivirus khusus maupun vaksin untuk hantavirus.
CDA menyebut jalur penularan kasus yang terkait dengan MV Hondius masih dalam penyelidikan. WHO juga menyatakan kemungkinan penularan antar manusia belum dapat dikesampingkan. Seluruh penumpang kapal pesiar tersebut telah diminta memantau kondisi kesehatan dan segera mencari bantuan medis apabila mengalami gejala.
Langkah Pencegahan bagi Pelancong
Untuk mengurangi risiko infeksi hantavirus, CDA mengimbau pelancong yang bepergian ke wilayah dengan penularan hantavirus agar mengambil langkah pencegahan, terutama saat berkemah, mendaki, atau mengunjungi daerah pedesaan.Langkah pencegahan yang dianjurkan meliputi:
- Menghindari kontak dengan hewan pengerat serta area yang terkontaminasi urine, kotoran, air liur, atau sarang tikus.
- Menjaga kebersihan tempat menginap, menutup celah yang dapat menjadi akses masuk tikus, menyimpan makanan dengan aman, dan membuang sampah dengan benar.
- Menggunakan kain atau pel basah saat membersihkan permukaan, bukan menyapu kering, untuk mencegah debu yang mungkin terkontaminasi beterbangan.
- Menjaga kebersihan diri dengan baik selama perjalanan.
- Menghindari kontak dekat dan tidak berbagi barang dengan orang yang sedang sakit, terutama yang mengalami gangguan pernapasan atau pencernaan seperti muntah dan diare.
(Keysa Qanita)