Indonesia Sesalkan Serangan Rudal dan Drone Hantam Kilang Minyak UEA

Api merebak dari kilang minyak Fujairah di Uni Emirat Arab. Foto: Seatrade Maritime

Indonesia Sesalkan Serangan Rudal dan Drone Hantam Kilang Minyak UEA

Fajar Nugraha • 6 May 2026 10:41

Jakarta: Pemerintah Indonesia menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas laporan serangan rudal dan drone yang menargetkan fasilitas kilang minyak di Fujairah, Uni Emirat Arab.

Serangan tersebut berisiko meningkatkan ketegangan, melanggar kesepakatan gencatan senjata, dan mengganggu rantai pasok dan keamanan energi global, yang dampaknya dapat meluas hingga ke negara-negara di luar kawasan.

“Indonesia mendesak seluruh pihak untuk menahan diri, menghormati kesepakatan gencatan senjata secara penuh, dan menjunjung tinggi hukum internasional, termasuk perlindungan terhadap infrastruktur sipil,” pernyataan Pemerintah Indonesia dalam keterangan dikutip dari X, Rabu 6 Mei 2026.

“Indonesia siap mendukung berbagai upaya de-eskalasi dan mengedepankan dialog untuk mendorong terwujudnya perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan di kawasan,” imbuh pernyataan itu.

Seluruh WNI juga diimbau untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta senantiasa mengikuti arahan Pemerintah setempat serta Perwakilan RI di Uni Emirat Arab.


Iran tolak tuduhan

Angkatan bersenjata Iran membantah telah melancarkan serangan rudal maupun drone terhadap UEA dalam beberapa hari terakhir.

Media pemerintah Iran, IRIB, melaporkan bahwa juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya membantah adanya operasi militer tersebut pada Selasa, 5 Mei 2026. Pernyataan itu menegaskan bahwa setiap tindakan militer akan selalu diumumkan secara transparan melalui jalur resmi.

Mengutip Anadolu, juru bicara tersebut turut menolak tuduhan Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab dan menyebutnya sebagai klaim yang tidak berdasar.

Ia memperingatkan bahwa jika ada serangan terhadap Iran yang diluncurkan dari wilayah UEA, Teheran akan memberikan balasan yang "tegas dan menimbulkan penyesalan."

Selain itu, Iran menuduh UEA mengizinkan pasukan Amerika Serikat (AS) dan Israel beroperasi dari wilayahnya. Teheran juga mendesak otoritas Emirat agar tidak menjadikan negaranya sebagai basis bagi kekuatan yang disebut bermusuhan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)