Pemerintah Ingin Perayaan HUT Ke-81 RI Lebih Dekat dengan Rakyat

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari memberikan paparan dalam konferensi pers Program Hasil Terbaik Cepat di kantor Bakom, Jakarta, Rabu (5/8/2026). (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

Pemerintah Ingin Perayaan HUT Ke-81 RI Lebih Dekat dengan Rakyat

Achmad Zulfikar Fazli • 5 August 2026 15:21

Jakarta: Pemerintah ingin perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI terasa berbeda dan lebih dekat dengan rakyat. Oleh karena itu, pemerintah membuka ruang partisipasi publik yang terbuka dan inklusif dalan perayaan HUT Kemerdekaan RI.

“Kita ingin bulan kemerdekaan menjadi ruang perayaan milik kita semua. Sebuah ruang partisipasi publik yang benar-benar terbuka dan inklusif," kata Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari dalam pernyataan video, dilansir dari Antara, Rabu, 5 Agustus 2026.

Pemerintah tidak ingin peringatan kemerdekaan tahun ini sekadar seremoni kenegaraan. Masyarakat harus benar-benar merasakan semangat HUT ke-81 RI.

"Semangat kebersamaan ini perlahan sudah kita mulai dari hal yang sangat bermakna, yakni dengan melibatkan masyarakat luas secara langsung dalam pemilihan logo resmi hari ulang tahun ke-81 RI. Ini adalah langkah awal yang indah," ujar Qodari.

Qodari juga mengajak seluruh lapisan masyarakat menjadikan peringatan HUT Ke-81 RI sebagai pijakan memperkuat semangat gotong royong dan optimisme melanjutkan pembangunan.

Ilustrasi upacara bendera/BPMI Setpres

Peringatan HUT Ke-81 RI mengusung tema Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur. Menurut dia, tema tersebut merupakan pengingat cita-cita pendiri bangsa hanya dapat diwujudkan melalui kerja keras dan kerja bersama seluruh elemen bangsa.

Selain upacara kenegaraan, pemerintah akan menggelar Pesta Rakyat HUT Ke-81 RI yang berpusat di kawasan Monumen Nasional (Monas) dan Bundaran Hotel Indonesia.

Kegiatan itu bakal diisi panggung hiburan rakyat, perlombaan tradisional, berbagai pertunjukan, hingga penyediaan ratusan ribu porsi makanan gratis.

"Kita pastikan perayaan kemerdekaan ini benar-benar hidup dan menjadi milik seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali," kata Qodari.

Dia mengajak masyarakat menyemarakkan bulan kemerdekaan di lingkungan masing-masing. Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan yang menghangatkan kebersamaan, mendorong kreativitas generasi muda, menggerakkan ekonomi warga lokal, serta memperkuat kepedulian sosial antarsesama.

"Mari kita melangkah bersama bersatu padu menyambut Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur," ujar Qodari.

(Achmad Zulfikar Fazli)