Kebakaran 10 Hektare Lahan Kosong di Semarang Diduga Dipicu Pemancing Mabuk

Kebakaran hanguskan10 hektare di Kawasan Pearl of Java (POJ) City, Marina, Kota Semarang. (MI/Akhmad Safuan)

Kebakaran 10 Hektare Lahan Kosong di Semarang Diduga Dipicu Pemancing Mabuk

Akhmad Safuan • 18 September 2026 13:32

Semarang: Lahan seluas 10 hektare di Kawasan Pearl of Java (POJ) City, Marina, Kota Semarang, hangus terbakar pada Kamis dini hari, 17 September 2026. Api baru berhasil dikendalikan setelah tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang melakukan pemadaman selama tujuh jam.

Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang Tantri Pradono mengatakan pihaknya telah mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam kebakaran tersebut. Ketiganya yakni YAP dan AO, warga Simongan, Manyaran, serta DJA, warga Gisikdrono, Semarang Barat, sementara satu orang berinisial S yang diduga sebagai pelaku pembakaran utama masih dalam pengejaran.

"Ketiga orang yang diduga terlibat dalam pembakaran ditemukan dalam kondisi mabuk. Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Semarang Barat," kata Tantri di Semarang, dikutip Jumat, 18 September 2026.


Berdasarkan keterangan saksi, kebakaran diduga bermula dari aktivitas seseorang yang sedang mencari ikan di sekitar sungai di samping Mall 23. Orang tersebut sempat ditegur petugas keamanan kawasan sebelum api muncul.

Kebakaran kemudian meluas dengan cepat karena embusan angin kencang. Lokasi kejadian yang berada tidak jauh dari Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang dan kawasan industri membuat warga sekitar sempat panik.

"Ngeri melihat kebakaran semalam, karena selain luas area banyak ditumbuhi ilalang serta semak belukar kering hingga api cepat merambat," ujar Sargio, salah seorang warga sekitar.


Ilustrasi kebakaran. Foto: Dok. Metrotvnews.com.


Dampak kebakaran juga dirasakan pekerja di sekitar bandara. Suherli, seorang karyawan bandara, mengatakan kepulan asap tebal sempat membuat matanya terasa pedih. Ia khawatir asap kebakaran mengganggu aktivitas penerbangan jika api tidak segera dipadamkan.

"Untung terjadi pada malam hari sehingga aktivitas penerbangan tidak terlalu padat," imbuhnya.

(Silvana Febiari)