Ilustrasi: Ombak tinggi di kawasan Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Selasa, 4 Agustus 2026. ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
BMKG: Gelombang hingga 4 Meter Berpotensi Terjadi di Perairan Selatan Jawa
Atalya Puspa • 26 August 2026 09:35
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada 26-29 Agustus 2026. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran.
BMKG menyebut pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 6-25 knot. Sementara itu, angin di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 8-25 knot.
"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat, Laut Maluku, Selat Makassar bagian selatan, Samudra Pasifik utara Maluku, dan Laut Arafuru bagian timur," demikian dalam keterangan resmi BMKG, Rabu, 26 Agustus 2026.
BMKG mengingatkan gelombang tinggi tersebut dapat membahayakan keselamatan pelayaran. Nelayan yang menggunakan perahu perlu mewaspadai kondisi angin lebih dari 15 knot dan gelombang di atas 1,25 meter.

Ilustrasi - Nelayan melaut menggunakan perahu tradisional di tengah gelombang tinggi air laut disertai angin kencang. (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/kye/am)
Kondisi serupa juga perlu diperhatikan kapal tongkang saat kecepatan angin lebih dari 16 knot dan gelombang di atas 1,5 meter, kapal feri saat angin lebih dari 21 knot dan gelombang di atas 2,5 meter, serta kapal berukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar saat angin lebih dari 27 knot dan gelombang di atas 4 meter.
BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir yang berpotensi mengalami gelombang tinggi untuk meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat juga diminta memperhatikan informasi cuaca dan peringatan dini BMKG sebelum melakukan aktivitas di laut selama periode tersebut.