Seorang petugas mengecek kesiapan armada bus Trans Sarbagita di Denpasar beberapa waktu lalu. (Antara Foto/Nyoman Budhiana/nym/2013.)
Dishub Bali Uji Coba 11 Bus Listrik Trans Sarbagita Oktober 2026
Silvana Febiari • 24 August 2026 10:37
Denpasar: Dinas Perhubungan (Dishub) Bali bersiap menguji coba 11 unit bus listrik di Koridor I Trans Sarbagita pada Oktober 2026. Bus tersebut akan melayani rute GOR Ngurah Rai hingga Garuda Wisnu Kencana (GWK).
“Bus listrik mungkin kita akan mulai dicobakan, targetnya sih di bulan depan atau di bulan Oktober,” kata Kepala Dishub Bali I Kadek Mudarta, dilansir dari Antara, Senin, 24 Agustus 2026.
Skema operasional armada ramah lingkungan ini berbeda dengan layanan bus merah Trans Metro Dewata (TMD). Jika TMD menerapkan skema pembelian layanan (buy the service), 11 unit bus listrik ini sepenuhnya menjadi aset Pemprov Bali di bawah naungan bus biru Trans Sarbagita.
Baca Juga :
Ini Potensi Ekonomi Sport Tourism di Bali
Pengadaan seluruh armada tersebut merupakan bagian dari proyek Bali E-Mobility. Proyek ini didukung pendanaan dari pemerintah Korea melalui kerja sama dengan Global Green Growth Institute (GGGI).
Berdasarkan kajian awal, operasional bus listrik akan difokuskan pada Koridor I yang menghubungkan kawasan GOR Ngurah Rai, Universitas Udayana (Unud), hingga GWK.
Langkah uji coba pada satu koridor ini dilakukan untuk mengevaluasi penerapan layanan sebelum Dishub Bali menentukan rencana pengembangan jaringan rute berikutnya.
Terkait tarif selama masa uji coba, Kadek Mudarta mengatakan skema yang diterapkan masih dalam pembahasan. Ia belum memastikan apakah layanan tersebut akan digratiskan atau dikenakan tarif kepada penumpang.

Seorang petugas mengecek kesiapan armada bus Trans Sarbagita di Denpasar beberapa waktu lalu. (Antara Foto/Nyoman Budhiana/nym/2013.)
Nantinya ketika bus listrik ini telah beroperasi secara reguler, ketentuan tarif akan disesuaikan dengan aturan transportasi publik yang berlaku. Struktur tarif tersebut akan membedakan kategori penumpang umum, pelajar, serta penyandang disabilitas.
Dari sisi sarana pendukung, operasional bus listrik tidak memerlukan perubahan pada halte yang sudah ada di rute Trans Sarbagita. Penyesuaian utama hanya berupa penyediaan fasilitas pengisian daya baterai (charging station).
Adapun fasilitas pengisian daya sedang disiapkan di titik pemberangkatan awal yaitu area GOR Ngurah Rai untuk kebutuhan operasional harian, serta di kantor Dishub Bali untuk pengisian ulang daya armada pada malam hari.
Kadek Mudarta menyampaikan program bus listrik menjadi langkah konkret Pemprov Bali dalam mengakselerasi transisi energi hijau di sektor transportasi publik.