Konservasi gajah. Foto: Media Indonesia
Pemulihan Ekosistem dan Perlindungan Satwa Liar lewat Kolaborasi Kemenhut dan Vantara
Rahmatul Fajri • 24 August 2026 13:27
Jakarta: Kementerian Kehutanan Republik Indonesia menjalin kemitraan strategis dengan organisasi konservasi satwa liar asal India, Vantara, serta PT Fauna Land Group. Kerja sama ini difokuskan pada penguatan infrastruktur kesehatan satwa liar serta perbaikan sistem konservasi di Indonesia.
“Konservasi satwa liar merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kemitraan ini, kita memperkuat infrastruktur kesehatan satwa liar dan konservasi, dengan Vantara memberikan dukungan berupa pengalaman, keahlian, dan sumber daya,” kata Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, dikutip dari Media Indonesia, Senin, 24 Agustus 2026.
Menhut menyampaikan bahwa seluruh fasilitas dan program dalam kerja sama ini akan berada di bawah kepemilikan dan pengelolaan Pemerintah Indonesia. Hal tersebut, guna mendukung prioritas perlindungan keanekaragaman hayati nasional.
Dalam skema kolaborasi ini, Vantara akan menyediakan dukungan teknis, keahlian medis veteriner, serta bantuan infrastruktur. Rangkaian program utama yang disepakati mencakup penyediaan 10 Rumah Sakit Satwa Bergerak (Hospitals on Wheels) untuk menjangkau kebutuhan satwa liar di habitat alaminya di berbagai wilayah.
Kerja sama itu juga termasuk modernisasi fasilitas konservasi melalui peningkatan Rumah Sakit Gajah Way Kambas menjadi Elephant Treatment and Care Centre yang dilengkapi teknologi medis canggih. Selain itu, ada program peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan khusus bagi dokter hewan, perawat gajah, dan personil pengelola satwa liar di Indonesia.

Konservasi gajah. Foto: Istimewa
Special Director Compliance & Due Diligence Vantara, Ajit Kulkarni, menyatakan komitmennya untuk mendukung perlindungan kekayaan alam Indonesia sekaligus berbagi pengalaman di bidang perawatan medis dan pembiakan konservasi.
Vantara, kata dia, telah mengembangkan keahlian mendalam dalam kesehatan satwa liar, perawatan veteriner, pemeliharaan satwa, dan konservasi. Ajit mengaku senang dapat berbagi pengalaman tersebut dengan Indonesia.
"Kami juga berharap dapat belajar dari pengalaman konservasi Indonesia yang sangat besar. Yang terpenting, kami ingin kemitraan ini menghasilkan sesuatu yang nyata dan berkelanjutan bagi satwa liar," kata Ajit.