Wabah Campak Meluas di Bangladesh, 130 Anak Meninggal Dunia

Tenaga medis menangani kasus campak di Bangladesh. (Anadolu Agency)

Wabah Campak Meluas di Bangladesh, 130 Anak Meninggal Dunia

Dimas Chairullah • 6 April 2026 13:48

Dhaka: Pemerintah Bangladesh meluncurkan kampanye vaksinasi darurat menyusul wabah campak yang kian memburuk di negara tersebut.

Setidaknya 130 anak di sejumlah wilayah di Bangladesh dilaporkan meninggal dunia dalam kurun waktu enam minggu terakhir akibat infeksi virus yang sangat menular ini.

Melansir Yeni Safak, Senin, 6 April 2026, data kesehatan yang dirilis pada Minggu, 5 April 2026, mencatat angka kematian tersebut terdiri dari 113 kasus diduga campak dan 17 kematian yang telah terkonfirmasi. Sebagai respons cepat, otoritas kesehatan menargetkan imunisasi campak-rubella bagi lebih dari 1,3 juta balita di 18 distrik berisiko tinggi.

Wabah ini dilaporkan meningkat signifikan sejak pertengahan Maret lalu, dengan total lebih dari 7.600 kasus dugaan campak di seluruh negeri. Wilayah utara Bangladesh menjadi area yang paling terdampak parah, di mana ratusan pasien baru dilaporkan harus menjalani perawatan di rumah sakit setiap harinya.

Petugas kesehatan kini dikerahkan melalui Program Imunisasi yang Diperluas (EPI) untuk menjangkau populasi rentan, terutama di daerah-daerah terpencil yang minim akses layanan medis.

Para pakar kesehatan masyarakat memperingatkan bahwa campak dapat memicu komplikasi mematikan seperti pneumonia dan ensefalitis , terutama pada anak-anak dengan cakupan imunisasi rendah.

"Kampanye vaksinasi sangat penting untuk mencegah hilangnya nyawa lebih lanjut," ujar Dr. ANM Nuruzzaman, spesialis kesehatan masyarakat, kepada media Anadolu.

Situasi ini turut menjadi perhatian internasional, termasuk Pemerintah Turki yang selama ini menjalin kerja sama kesehatan dengan Bangladesh. Ankara, yang sebelumnya aktif mendukung inisiatif kesehatan bagi pengungsi Rohingya, dilaporkan terus memantau perkembangan wabah ini dengan cermat.

Baca juga:  Kasus Campak, DPR Minta Pemerintah Perkuat Cakupan Imunisasi

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)