BMKG merilis pusat gempa yang terjadi di antara Provinsi Maluku Utara dan Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026). ANTARA/HO-BMKG
Dua Warga Manado Jadi Korban Gempa Sulut-Malut
Silvana Febiari • 2 April 2026 08:14
Manado: Juru Bicara Basarnas Sulawesi Utara Nuriadin Gumeleng mengatakan gempa tektonik yang terasa hingga Sulawesi Utara menyebabkan dua korban di Manado. Pihaknya masih terus mencari informasi terkait kemungkinan masih ada warga yang menjadi korban dalam gempa tersebut.
"Satu korban meninggal tertimpa reruntuhan sudah dibawa ke rumah sakit, yang satunya patah kaki karena loncat dari toko," kata dia, dilansir dari Antara, Kamis, 2 April 2026.
Gempa bumi magnitudo 7,6 yang terjadi di perairan Bitung, Sulawesi Utara dan Maluku Utara, pukul 06.48 WITA. Gempa tersebut sangat terasa di Kota Manado.
Baca Juga :
BMKG telah melakukan pemutakhiran data dengan adanya peringatan dini tsunami di perairan Sulut dan Maluku Utara. Gempa bumi itu berlokasi di 1,25 lintang utara, 126,27 bujur timur serta di kedalaman laut 62 km.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado Muhammad Zulkifli mengatakan tujuh daerah di Provinsi Maluku Utara dan Sulawesi Utara berpotensi siaga tsunami. Data ini merupakan bagian dari hasil pemutakhiran data.
"Daerah-daerah di Provinsi Maluku Utara berpotensi siaga tsunami, yaitu Ternate, Halmahera, dan Tidore," kata dia di Manado.
.jpg)
Alat pencatat gempa/Ilustrasi/Istimewa
Terkait dengan kesiagaan itu, untuk Provinsi Sulawesi Utara mencakup Kota Bitung, Kabupaten Minahasa bagian selatan, Kabupaten Minahasa Selatan bagian selatan, dan Kabupaten Minahasa Utara bagian selatan.
Selanjutnya, daerah waspada potensi tsunami di antaranya meliputi Kepulauan Sangihe, Kabupaten Minahasa Utara bagian utara dan Kabupaten Bolaang Mongondow bagian selatan.