Kemlu RI dan Universitas Diponegoro Dorong Diplomasi Maritim Lewat Kampus

Kemlu RI bersama Universitas Diponegoro mendorong diplomasi maritim berbasis soft power melalui edukasi kampus dan film dokumenter. (Kemlu RI)

Kemlu RI dan Universitas Diponegoro Dorong Diplomasi Maritim Lewat Kampus

Willy Haryono • 8 April 2026 21:06

Semarang: Kementerian Luar Negeri RI bersama Universitas Diponegoro menyelenggarakan program Public Diplomacy Goes to Campus yang dirangkaikan dengan pemutaran film dokumenter “12 Mile: Guiding the Archipelago" di Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 8 April 2026.

Kegiatan ini menekankan pentingnya diplomasi maritim berbasis soft power untuk memperkuat kedaulatan dan hukum laut Indonesia.

Program tersebut juga bertujuan meningkatkan literasi kebijakan luar negeri di kalangan mahasiswa, khususnya terkait peran negara dalam menjaga kedaulatan, stabilitas wilayah maritim, serta pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Universitas Diponegoro menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung diplomasi maritim melalui penguatan sumber daya manusia, riset dan inovasi, serta kontribusi akademik dalam membangun narasi global Indonesia.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kemlu RI, antara lain Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik serta perwakilan Direktorat Hukum dan Perjanjian Kewilayahan. Sebanyak 183 sivitas akademika dari berbagai fakultas turut berpartisipasi.

Kemlu menegaskan bahwa diplomasi Indonesia berangkat dari kepentingan nasional, sebagaimana disampaikan dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri 2026. Sebagai negara kepulauan, diplomasi maritim dinilai menjadi instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan nasional dan konektivitas global.

"Kedaulatan maritim tidak hanya dijaga, tetapi juga perlu dinarasikan guna membangun kesadaran dan dukungan publik," ujar Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, dalam keterangan yang dimuat di situs Kemlu RI.

Perguruan tinggi dinilai memiliki peran penting dalam membentuk narasi Indonesia di tingkat global melalui riset, inovasi, dan pendidikan. Mahasiswa juga didorong menjadi bagian dari aktor diplomasi masa kini dan masa depan.

Pemutaran film dokumenter “12 Mile: Guiding the Archipelago” turut memperkaya kegiatan dengan mengangkat pemikiran Prof. Mochtar Kusumaatmadja dalam memperjuangkan konsep negara kepulauan hingga diakui dalam UNCLOS 1982.

Diskusi bersama produser film memperkuat pemahaman peserta mengenai relevansi konsep tersebut bagi Indonesia saat ini.

Dalam kunjungan kerja ke Semarang, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik juga melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah serta Ketua Dekranasda Jawa Tengah.

Pertemuan membahas penguatan sinergi antara Kemlu dan pemerintah daerah dalam memanfaatkan soft power untuk mendorong promosi global, kerja sama, dan investasi.

Kemlu juga menekankan pentingnya diplomasi ekonomi kreatif melalui peningkatan kualitas dan storytelling produk UMKM dan kriya guna memperkuat daya saing serta memperluas pasar global Indonesia.

Baca juga:  BKI Perkuat Kolaborasi Industri Maritim Global

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)