Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
Maduro Ditangkap, Trump Sebut Kuba Kehilangan Penopang Keamanan Venezuela
Muhammad Reyhansyah • 5 January 2026 13:05
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan Kuba berada di ambang kejatuhan setelah pasukan Amerika Serikat menangkap pemimpin Venezuela Nicolás Maduro. Ia menilai Havana tidak lagi dapat mengandalkan Caracas sebagai penopang keamanan maupun pasokan minyak.
Trump menyebut nasib Kuba kini berkaitan langsung dengan tersingkirnya Maduro serta melemahnya kemampuan Venezuela untuk menopang sekutu-sekutunya di kawasan.
Ketika ditanya apakah Amerika Serikat mempertimbangkan langkah langsung terhadap Kuba, Trump menegaskan tidak melihat kebutuhan tersebut.
“Saya rasa itu akan jatuh dengan sendirinya. Saya tidak pikir kita perlu melakukan apa pun. Sepertinya sudah menuju kejatuhan. Ini sudah masuk hitungan akhir,” ujarnya, dikutip dari Fox News, Senin, 5 Januari 2026.
Pernyataan Trump disampaikan dalam sesi tanya jawab dengan wartawan di atas pesawat Air Force One, menyusul penangkapan Maduro dan istrinya pada Sabtu lalu. Keduanya ditangkap atas tuduhan terkait konspirasi narkoterorisme. Operasi tersebut mengguncang pemerintahan-pemerintahan sekutu di kawasan Amerika Latin.
Pejabat Kuba menyerukan aksi unjuk rasa untuk mendukung Venezuela dan menuding Amerika Serikat melanggar kedaulatan negara lain. Di sisi lain, pejabat Amerika Serikat menyatakan aparat keamanan Kuba memainkan peran kunci dalam mempertahankan kekuasaan Maduro selama ini.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan personel Kuba secara efektif mengendalikan operasi intelijen dan keamanan internal Venezuela, termasuk menjaga keselamatan Maduro dan memantau loyalitas di lingkaran pemerintahannya.
“Orang-orang Kuba yang menjaga Maduro,” kata Rubio. “Dia tidak dijaga oleh pengawal Venezuela. Dia dijaga oleh pengawal Kuba.”
Pemerintah Kuba mengakui pada Minggu bahwa 32 personel militer dan kepolisian Kuba tewas dalam operasi Amerika Serikat di Venezuela.
Ini menjadi angka korban resmi pertama yang diumumkan Havana. Media pemerintah Kuba menyebut para personel tersebut dikerahkan atas permintaan Caracas dan mengumumkan masa berkabung nasional selama dua hari.
Trump turut mengonfirmasi adanya korban dari pihak Kuba saat dalam perjalanan kembali ke Washington.
“Banyak orang Kuba tewas kemarin,” ujarnya. Ia menambahkan, “Banyak kematian di pihak mereka. Tidak ada korban di pihak kami.”
Baca juga: Usai Venezuela, Trump Buka Opsi Operasi Militer ke Kolombia