Purbaya Sebut Penyelundupan Emas Meningkat Imbas Malas Bayar Bea Keluar

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa di Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. (Metrotvnews.com/Hendrik S)

Purbaya Sebut Penyelundupan Emas Meningkat Imbas Malas Bayar Bea Keluar

Hendrik Simorangkir • 13 August 2026 23:50

Tangerang: Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa kasus penyelundupan ekspor emas sepanjang tahun 2026 mengalami peningkatan. Alasannya, saat ini emas dikenakan insentif tambahan berupa bea keluar, sehingga para pelaku melakukan penyelundupan untuk menghindarinya.

"Aktivitas meningkat karena saat ini dikenakan bea keluar untuk emas, sehingga pelaku yang malas membayar mencoba menyelundupkan untuk mengambil keuntungan. Sebelumnya hal ini tidak terlalu marak, namun sekarang marak karena ada insentif tambahan bagi mereka yang membawa keluar tanpa membayar," ujar Purbaya di Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis, 13 Agustus 2026.

Baca Juga :

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 23,7 Kg Emas Rp63 Miliar di Bandara Soekarno-Hatta

Purbaya menuturkan, saat ini pihaknya tengah memperketat pengawasan dengan melakukan investigasi terhadap pemain utama di balik maraknya penyelundupan emas ini.

"Ini diduga kuat memiliki hubungan dengan pihak PETI (Penambangan Emas Tanpa Izin). Kebijakan yang diterapkan terbukti cukup mengganggu pihak PETI terkait, sehingga terjadi peningkatan penyelundupan. Pengawasan di semua titik keluar Indonesia akan diperketat," kata Purbaya.

Barang bukti penyelundupan emas di Bandara Soetta, Banten. (Metrotvnews.com/Hendrik S)

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Mohammad Irhamni, menjelaskan bahwa tiap bandara merupakan daerah kepabeanan, sehingga barang-barang yang diawasi atau mendapat larangan maupun pembatasan harus memenuhi aturan. Namun, kata Irhamni, tidak menutup kemungkinan adanya pelanggaran pidana dari hilir maupun hulu, yang merupakan kewenangan pihak lain seperti kepolisian untuk menindaklanjuti sampai ke pihak PETI.

"Selama ada kegiatan PETI, jaringan penyelundup akan terus melakukan modifikasi modus operandi agar emas dapat keluar dari wilayah Indonesia. PETI dipastikan memiliki kaitan erat dengan penyelundupan ini," kata Irhamni.

Irhamni memastikan, pihaknya berkomitmen melakukan penegakan hukum dari hulu hingga hilir, termasuk menjaga pintu-pintu keluar seperti bandara dengan bekerja sama dengan Bea Cukai dan Kementerian ESDM.

(Lukman Diah Sari)