Bandara Singkawang, Kalbar (ANTARA/Narwati)
Penerbangan di Bandara Singkawang Dibatalkan Akibat Kabut Asap Tebal
Whisnu Mardiansyah • 16 August 2026 16:36
Singkawang: Seluruh jadwal penerbangan di Bandara Singkawang, Kalimantan Barat, pada Minggu, 16 Agustus 2026, terpaksa dibatalkan karena kabut asap yang sangat pekat. Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang di sekitar bandara turun drastis sehingga tidak lagi memenuhi persyaratan keselamatan operasional penerbangan.
Kepala Satuan Pelayanan Bandara Singkawang Ilham Hafizi membenarkan pembatalan tersebut. Ia menjelaskan, keputusan ini diambil setelah evaluasi menunjukkan bahwa jarak pandang di kawasan bandara berada di bawah batas minimum yang ditetapkan untuk kelancaran aktivitas penerbangan secara aman.
"Kami sudah berkoordinasi dengan BMKG dan pihak maskapai. Karena jarak pandang sangat terbatas akibat kabut asap, maka penerbangan hari ini terpaksa kami batalkan," ujarnya di Singkawang, seperti dilansir Antara, Minggu, 16 Agustus 2026.
Ilham menerangkan, kondisi jarak pandang minimum yang disyaratkan untuk penerbangan belum terpenuhi sejak pagi. Meskipun kabut asap biasanya dapat berkurang menjelang siang, hingga Minggu siang visibilitas di kawasan bandara belum menunjukkan perbaikan yang signifikan.
Kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut diduga kuat bersumber dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah daerah di Kalimantan Barat dalam beberapa hari terakhir.
Ilham menegaskan bahwa keselamatan penumpang, awak pesawat, dan seluruh pengguna jasa penerbangan menjadi alasan utama di balik keputusan pembatalan tersebut.
"Untuk saat ini kami masih menunggu pembaruan dari BMKG. Mudah-mudahan kondisi segera membaik sehingga penerbangan dapat kembali beroperasi," katanya.

Kabut asap di Kotawaringin Timur. (Metro TV/Akhmaddiannor)
Pihak bandara bersama BMKG dan maskapai terus mencermati perkembangan cuaca dan jarak pandang untuk menentukan kapan operasional penerbangan dapat dilanjutkan.
Ilham pun mengimbau calon penumpang yang terdampak pembatalan untuk terus berkoordinasi dengan maskapai maupun petugas bandara guna memperoleh informasi terbaru.
"Penumpang juga diminta menghubungi pihak maskapai atau mengecek informasi terbaru melalui kanal resmi bandara," katanya.
Ia memastikan, petugas Bandara Singkawang tetap bersiaga dan terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait hingga kondisi dinyatakan aman dan memungkinkan bagi penerbangan untuk kembali beroperasi secara normal.