Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. Foto: Manila Times
Filipina Berambisi Penuhi Pasokan Listrik dengan Tenaga Nuklir
Fajar Nugraha • 28 July 2026 10:05
Manila: Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. meluncurkan reformasi energi yang ambisius, menempatkan hidrogen dan tenaga nuklir sebagai inti menyiapkan pasokan listrik bagi warganya.
Dalam pidato kenegaraan kelimanya di Quezon City, Marcos mengumumkan bahwa Daerah Otonom Bangsamoro di Mindanao Muslim (BARMM) telah secara resmi dimasukkan ke dalam program energi nasional.
“Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah politik kita, BARMM kini siap untuk mengejar visi strategisnya tentang keamanan energi dan elektrifikasi total untuk dan di wilayah Bangsamoro,” kata Marcos Jr, seperti dikutip dari Viory, Selasa 28 Juli 2026.
Marcos juga mengatakan pekerjaan telah dimulai pada pembangkit listrik tenaga hidrogen pertama di Filipina.
Proyek-proyek tersebut sudah berada pada tahap pra-pengembangan di Marinduque, Masbate, Zamboanga Sibugay, dan Basilan, dengan lebih banyak lokasi potensial yang sedang dievaluasi.
“Di luar apa yang telah ditetapkan untuk keamanan energi kita, saya yakin kita dapat melangkah lebih jauh lagi,” kata Marcos, yang disambut tepuk tangan dari para anggota parlemen.
Presiden kemudian beralih ke salah satu opsi energi paling kontroversial di negara itu, mendesak Kongres untuk kembali mempertimbangkan tenaga nuklir.
Ia mengatakan teknologi nuklir sudah digunakan di Filipina dalam bidang kedokteran, pertanian, penyaringan air, dan daur ulang limbah plastik. Ia berpendapat, perluasan penggunaan tenaga nuklir ke pembangkit listrik dapat memperkuat pasokan listrik dan menurunkan biaya tagihan.
“Kami yakin akan kemampuannya untuk memperkuat keamanan energi kita dan menurunkan biaya listrik di negara kita,” tambah Marcos.
Untuk menenangkan kekhawatiran tentang keselamatan, Marcos berjanji bahwa program nuklir di masa depan akan mengutamakan perlindungan publik dan transparansi.
“Kami akan memastikan bahwa program ini aman. Kami juga akan memastikan bahwa manfaat positif energi nuklir bagi kita dijelaskan dengan benar kepada publik,” kata Marcos.
Dorongan energi ini dirancang untuk mendiversifikasi bauran energi Filipina, memperluas akses listrik ke daerah-daerah yang kurang terlayani, dan mengatasi biaya yang tinggi.
Namun, kebangkitan tenaga nuklir masih jauh dari kenyataan. Program komersial apa pun masih membutuhkan persiapan legislatif, regulasi, dan teknis yang besar sebelum pembangkit listrik dapat dimulai.