Viral Aksi Tendangan Kungfu di Piala Soeratin U-17, Pemain Dirujuk ke RS

Tangkapan layar video viral keributan pertandingan Piala Soeratin U-17 yang berlangsung di Lapangan Gelora Bung Karno, Mojoagung, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Senin sore, 27 Juli 2026. Istimewa

Viral Aksi Tendangan Kungfu di Piala Soeratin U-17, Pemain Dirujuk ke RS

Udin Ali Nani • 28 July 2026 20:28

Pati: Insiden kekerasan kembali menodai dunia sepak bola usia muda di Indonesia. Video yang viral di media sosial memperlihatkan aksi tendangan ala "kungfu" dalam pertandingan Piala Soeratin U-17 yang berlangsung di Lapangan Gelora Bung Karno, Mojoagung, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Senin sore, 27 Juli 2026.

Akibat insiden tersebut, seorang pemain harus menjalani perawatan di rumah sakit. Dalam rekaman yang tersebar luas, terlihat seorang pemain berjersey terang tiba-tiba berlari dan melayangkan tendangan ke arah pemain lawan yang mengenakan jersey gelap di tengah situasi perselisihan antarpemain.

Hingga saat ini, penyebab pasti keributan tersebut masih dalam penyelidikan. Video lain yang beredar memperlihatkan korban bernama Rama Jangkar, yang merupakan pemain BLJ 2000, tengah menjalani perawatan medis. Tangan korban tampak diperban dan diduga mengalami patah akibat tendangan yang diterimanya.


Peristiwa ini terjadi pada laga Piala Soeratin U-17 yang mempertemukan BLJ 2000 melawan Universitas Safin Pati. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor imbang 1-1.

Ketua Askab PSSI Pati, Dian Dwi Budianto, menyampaikan penyesalannya atas kejadian tersebut. Menurutnya, aksi kekerasan seperti ini tidak seharusnya terjadi, terutama dalam kompetisi kelompok umur yang seharusnya menjadi ajang pembinaan dan pengembangan karakter pemain muda.


Timnas Indonesia U-17_dok. PSSI


"Insiden semacam ini sangat disayangkan dan tidak mencerminkan nilai-nilai sportivitas yang harus dijunjung tinggi dalam sepak bola," ujar Dian Dwi Budianto, Selasa, 28 Juli 2026.

Askab PSSI Pati berharap pelaku mendapatkan sanksi sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku agar memberikan efek jera.

Seluruh pihak juga diimbau untuk terus menjunjung tinggi nilai fair play demi menjaga semangat pembinaan sepak bola usia muda. PSSI Pati juga memastikan akan menindaklanjuti kasus ini dengan memanggil kedua tim dan wasit yang memimpin pertandingan.

(Whisnu M)