Pada Senin 8 Juni 2026, pukul 06.37.42 WIB, wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina diguncang gempa tektonik. Antara/HO-BMKG
BNPB Instruksikan Warga di Wilayah Ini Segera Evakuasi ke Tempat Lebih Tinggi
Whisnu Mardiansyah • 8 June 2026 10:28
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menginstruksikan warga di wilayah berstatus siaga tsunami untuk segera melakukan evakuasi ke tempat lebih tinggi. Instruksi ini menyusul gempa bumi tektonik magnitudo 7,7 yang mengguncang Laut Sulawesi.
"Gempa terjadi pada Senin pagi pukul 06.37 WIB. Pusat gempa berada di kedalaman 47 kilometer sebelah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara," tulis Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Senin, 8 Juni 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan pemutakhiran peringatan dini tsunami untuk wilayah pesisir Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur.
Menanggapi peringatan tersebut, BNPB mengimbau masyarakat di lima wilayah pesisir untuk tetap tenang namun segera bertindak. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan penuh serta secara sadar dan teratur melakukan evakuasi mandiri.
"Bergerak menjauhi area pantai menuju titik kumpul aman di tempat lebih tinggi sesuai tingkat ancaman di wilayahnya," ujar Abdul Muhari.
Berdasarkan hasil pemodelan dampak tsunami oleh BMKG, pemerintah daerah di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota yang berstatus "Siaga" diinstruksikan segera mengarahkan masyarakat melakukan evakuasi secara tertib ke tempat lebih tinggi.
Wilayah berstatus Siaga yang wajib melakukan evakuasi meliputi:
-
Kepulauan Sangihe: estimasi waktu tiba gelombang pukul 06.51 WIB
-
Kota Manado: pukul 07.12 WIB
-
Minahasa Utara Bagian Utara: pukul 07.12 WIB
-
Minahasa Bagian Utara: pukul 07.14 WIB
-
Kepulauan Minahasa: pukul 07.16 WIB
-
Minahasa Selatan Bagian Utara: pukul 07.17 WIB
-
Bolaang Mongondow Bagian Utara: pukul 07.22 WIB
-
Gorontalo Bagian Utara: pukul 07.26 WIB
-
Buol (Sulawesi Tengah): pukul 07.27 WIB
-
Toli-Toli (Sulawesi Tengah): pukul 07.29 WIB
-
Minahasa Utara Bagian Selatan: pukul 07.33 WIB
-
Minahasa Bagian Selatan: pukul 07.34 WIB
BNPB menegaskan, evakuasi tidak boleh ditunda. Warga di wilayah tersebut harus segera menuju dataran tinggi atau bangunan kokoh yang berada di ketinggian.
Bagi pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah berstatus "Waspada", BNPB meminta kesiapsiagaan tetap dijaga. Warga segera diarahkan menjauhi kawasan pantai maupun tepian sungai serta bersiap melakukan evakuasi jika diperlukan.
Wilayah kategori Waspada meliputi Kepulauan Talaud (pukul 06.58 WIB), Kota Bitung (pukul 07.19 WIB), Halmahera di Maluku Utara (pukul 07.29 WIB), Donggala Bagian Utara di Sulawesi Tengah (pukul 07.42 WIB), serta Minahasa Selatan Bagian Selatan (pukul 07.42 WIB).
Kewaspadaan juga berlaku untuk Kota Ternate (pukul 07.43 WIB), Kutai Timur di Kalimantan Timur (pukul 07.44 WIB), Kota Tidore (pukul 07.46 WIB), Bulungan (pukul 08.05 WIB), dan Nunukan (pukul 08.14 WIB).
BNPB mengingatkan masyarakat untuk tidak panik saat melakukan evakuasi. Prioritas keselamatan diberikan bagi kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak.

Gelombang di pesisir. Foto: Anadolu Agency
Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, lembaga kemanusiaan, serta relawan telah bersiaga penuh untuk memandu dan mengamankan jalur evakuasi warga menuju tempat lebih tinggi.
BNPB mengonfirmasi situasi dan kondisi di lapangan saat ini terpantau aman, tenang, dan terkendali. Berdasarkan laporan cepat dari Pusdalops BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud serta BPBD Kota Manado, guncangan gempa di kedua wilayah tersebut hanya dirasakan lemah selama kurang lebih 2 hingga 3 detik.
Meskipun demikian, proses evakuasi tetap harus dijalankan sesuai instruksi. Tim gabungan BPBD di masing-masing daerah terus melakukan monitoring ketat secara berkala di lapangan untuk memastikan kondisi pesisir tetap aman.
Masyarakat diimbau untuk tidak panik dan selalu mematuhi instruksi resmi dari petugas lintas instansi yang mengawal situasi di lapangan. Warga juga diingatkan agar tidak menyebarkan isu atau informasi yang belum jelas kebenarannya. Selalu rujuk pada pemutakhiran data berkala dari instansi terkait dan petugas di lapangan.