Pengurus Besar Olahraga Domino Nasional (PB ORADO) melakukan pertemuan dengan Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra. Dokumentasi/ istimewa.
Bertemu Menko Kumham Imipas, ORADO Mantapkan Langkah Bangun Domino Indonesia
Deny Irwanto • 4 June 2026 19:39
Jakarta: Perjalanan olahraga domino di Indonesia memasuki babak baru. Setelah resmi menjadi anggota ke-82 Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Pengurus Besar Olahraga Domino Nasional (PB ORADO) terus memperkuat langkah untuk membangun domino sebagai cabang olahraga yang profesional, terstruktur, dan berprestasi.
Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan antara jajaran PB ORADO dan Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra. Pertemuan itu menjadi momentum penting untuk memperkenalkan perkembangan organisasi sekaligus arah pengembangan olahraga domino nasional.
Ketua Umum PB ORADO, Yooky Tjahrial, menyebut pengakuan resmi dari KONI Pusat menjadi tonggak sejarah bagi perkembangan olahraga domino di Tanah Air.
"Alhamdulillah, ORADO telah resmi menjadi anggota KONI Pusat. Kami menyampaikan kepada Bapak Yusril bahwa capaian ini bukan hanya pengakuan terhadap organisasi, tetapi juga amanah besar untuk membangun olahraga domino yang profesional, terstruktur, dan berprestasi," kata Yooky dalam keterangan pers, Kamis, 4 Juni 2026.
Dengan pengakuan tersebut, ORADO kini menjadi induk organisasi cabang olahraga domino nasional sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

Pengurus Besar Olahraga Domino Nasional (PB ORADO) melakukan pertemuan dengan Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra. Dokumentasi/ istimewa.
"Status ini memberikan kepastian hukum sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk terus mengembangkan olahraga domino melalui pembinaan, kompetisi, edukasi, dan penguatan organisasi secara berkelanjutan," jelas Yooky.
Saat ini, ORADO telah membentuk kepengurusan di 38 provinsi dan 309 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Jaringan organisasi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pembinaan atlet secara berjenjang dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari penguatan tata kelola olahraga, ORADO juga menyusun standar nasional melalui The Law of Domino 101 yang mengatur aturan permainan, sistem kompetisi, perangkat pertandingan, hingga standardisasi nasional olahraga domino.
"Olahraga yang besar harus memiliki aturan yang jelas dan standar yang sama. Karena itu ORADO menyusun The Law of Domino 101 sebagai pedoman nasional dalam penyelenggaraan olahraga domino di seluruh Indonesia," ungkap Yooky.
Tidak hanya fokus pada regulasi, ORADO juga aktif menyiapkan sumber daya manusia melalui program Training of Trainers (TOT) dan Training of Referee (TOR). Program tersebut ditujukan untuk mencetak pelatih, wasit, dan perangkat pertandingan yang kompeten guna mendukung lahirnya atlet-atlet domino berprestasi.
Untuk memperkuat jalur pembinaan, ORADO tengah menyiapkan berbagai kategori pertandingan, mulai dari nomor perorangan, pasangan, pasangan campuran, hingga beregu putra dan putri. Selain itu, sistem kompetisi berjenjang juga akan dikembangkan melalui Kejuaraan Cabang, Kejuaraan Provinsi, Kejuaraan Nasional, serta kompetisi antarklub.
"Pembinaan tidak bisa dilakukan secara instan. Karena itu kami membangun sistem kompetisi berjenjang agar atlet memiliki ruang berkembang dari tingkat daerah hingga nasional," bebernya.
Di bidang edukasi, ORADO terus memperluas pengenalan olahraga domino ke sekolah, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat luas. Organisasi ini juga tengah menyiapkan kurikulum olahraga domino sebagai bagian dari pembinaan usia dini dan pengembangan olahraga berbasis kecerdasan.
“Domino bukan sekadar permainan masyarakat. Di dalamnya terdapat unsur strategi, konsentrasi, sportivitas, kecerdasan berpikir, serta pembentukan karakter kompetitif yang menjadi nilai penting dalam olahraga modern," ujarnya.
Menurut Yooky, domino memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai olahraga prestasi sekaligus menjadi sarana mempererat persaudaraan antarmasyarakat dan antardaerah. Ke depan, ORADO menargetkan domino dapat menjadi bagian dari berbagai agenda olahraga nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) dan sejumlah ajang multi-event lainnya.
Dengan fondasi organisasi yang semakin kuat, dukungan regulasi yang jelas, serta sistem pembinaan yang terus berkembang, ORADO optimistis olahraga domino akan semakin dikenal dan menjadi ruang prestasi baru bagi generasi muda Indonesia.