Ilustrasi UEFA. Foto: uefa.com
Alasan UEFA Boikot Piala Dunia 2026: Kartu Merah Balogun hingga Harga Tiket
Muhamad Marup • 21 July 2026 22:23
Jakarta: Presiden UEFA Aleksander Ceferin absen menyaksikan pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina beberapa waktu lalu. Banyak yang menilai ketidakhadirannya sebagai bentuk protes.
Menurut laporan The Times yang dikutip dari The Independent, Ceferin memilih absen di final karena ketidakpuasan terhadap sejumlah aspek penanganan Piala Dunia 2026 oleh FIFA.
Pertama, UEFA secara terbuka mengkritik keputusan komite disiplin FIFA saat menangguhkan larangan satu pertandingan untuk striker Amerika Serikat Balogun.
Dalam keterangan resminya, UEFA menyebut "belum pernah terjadi sebelumnya, tidak dapat dipahami, dan tidak dapat dibenarkan" dan mengatakan bahwa itu telah "melanggar batas".
Kedua, UEFA juga tidak puas atas keputusan FIFA terkait hydration break saat pertandingan. Menurut UEFA, langkah tersebut membagi pertandingan menjadi empat kuarter dan memungkinkan penyiar untuk menayangkan iklan.
Trofi Piala Dunia. Foto: Dok FIFA.
Selain itu, UEFA juga menyoroti jeda babak pertama selama 27 menit di final Piala Dunia yang jauh melebihi batas maksimum 15 menit yang diizinkan.UEFA tidak berencana mengadopsi perubahan yang ada di Piala Dunia 2026.
Hal tersebut termasuk interpretasi protokol VAR yang menyebabkan Breel Embolo dari Swiss diusir dalam perempat final melawan Argentina, atau pengusiran pemain yang menutup mulut mereka saat berbicara dengan lawan. Ceferin juga secara terbuka mengkritik strategi penetapan harga tiket FIFA untuk turnamen tersebut.
UEFA mengungkapkan bahwa 40 persen tiket untuk Euro 2028 akan berada dalam kategori paling terjangkau dan dihargai sekitar £30 atau £60, dan juga berjanji untuk tidak menerapkan penetapan harga dinamis.