Tenaga Ahli Menteri Sosial Andy Kurniawan (pertama kiri) mendampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf (tengah) dan Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial Kemensos Joko Widianto, memberikan keterangan terkait program perlindungan sosial berbasi
Kemensos: 48 juta Keluarga Masuk Sistem Digitalisasi Bansos Awal 2027
Siti Yona Hukmana • 30 September 2026 18:38
Jakarta: Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan separuh dari populasi penduduk Indonesia terdaftar dalam sistem digitalisasi bantuan sosial (bansos). Langkah ini untuk meminimalisasi risiko data bermasalah serta mempercepat penyaluran bantuan perlindungan sosial.
Tenaga Ahli Menteri Sosial Andy Kurniawan, menyampaikan saat ini tercatat 5,7 juta warga telah terdaftar dalam platform Perlinsos digital, yakni Perlinsos.kemensos.go.id.
"Target kita adalah separuh dari populasi penduduk Indonesia terdaftar di Perlinsos digital atau sekitar 48 juta keluarga, hingga nanti tentu akan menyasar seluruh masyarakat," kata Andy saat ditemui di Kantor Kemensos, Salemba, Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 30 September 2026.
Baca Juga :
Cara Cek PIP 2026 Lewat HP, Ini Langkahnya
Keterlibatan agen secara masif ini dinilai krusial untuk menjangkau warga rentan ada tingkat sosial-ekonomi terendah nasional yang tidak fasih menggunakan ponsel pintar, sehingga tidak ada lagi warga miskin yang terlewat dari basis data penyaluran bansos.
"Dulu kalau ada pertanyaan kenapa dua orang sama-sama miskin tapi yang satu tidak dapat bansos, jawabannya sederhana; karena yang bersangkutan tidak ada di dalam data. Lewat Perlinsos digital ini kita ingin menekan exclusion error itu," kata Andy.

Ilustrasi Perlinsos Digital. Foto: Sketsa ChatGPT.
Apabila sosialisasi dan penguatan instrumen berjalan lancar, Kemensos memproyeksikan skema penuh penyaluran bansos digital untuk program keluarga harapan (PKH) dan sembako (BPNT) ini dapat direalisasikan mulai awal 2027 secara langsung ke para penerima manfaat.
Hal itu sebagaimana hasil dari rapat tingkat menteri pada Rabu siang, 30 September 2026. Rapat itu dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Luhut Binsar Pandjaitan.
Andy menjelaskan penyaluran model baru ini menawarkan dua keunggulan utama, yakni efisiensi kecepatan dan akurasi ketepatan sasaran. Dari sisi kecepatan, penerima manfaat dapat menominasikan rekening pribadinya secara langsung tanpa harus menunggu proses Buka Rekening Kolektif (Burekol) yang memakan waktu lama.
Sementara itu, dari sisi ketepatan sasaran, dia menekankan kelayakan penerima tidak hanya bergantung pada kriteria desil Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Badan Pusat Statistik (BPS). Melainkan, dikonfirmasi secara otomatis oleh sistem yang terhubung dengan data administratif tujuh lembaga, seperti Korlantas Polri untuk kepemilikan kendaraan, BPN untuk sertifikat tanah, serta data kepegawaian ASN.