Ilustrasi. Foto: Magnific.
Harga Emas Dunia Hari Ini Turun ke USD4.010, Simak Pemicunya
Ade Hapsari Lestarini • 27 October 2026 08:46
New York: Harga emas dunia melemah pada perdagangan Selasa karena para investor menantikan keputusan kebijakan Federal Reserve minggu ini.
Sementara itu, upaya diplomatik untuk meredakan konflik antara AS dan Iran memberikan sedikit kelegaan bagi pasar energi, meskipun kekhawatiran akan inflasi terus membebani harga logam mulia tersebut.
Melansir Investing, Selasa, 27 Oktober 2026, XAU/USD turun 0,2 persen menjadi USD4.010,39 per ons. Sementara harga emas berjangka AS turun 0,3 persen menjadi USD4.023,57.
XAG/USD relatif tidak berubah di angka USD53,9605 per ons, sedangkan XPT/USD turun tipis 0,1 persen menjadi USD1.529,27. XPD/USD naik 0,1 persen menjadi USD1.046,65, serta harga paladium berjangka turun 0,9 persen menjadi USD1.043,25. Indeks Dolar AS naik tipis ke level 102,04.
Sebelumnya, harga emas sempat menguat 0,5 persen pada sesi sebelumnya, namun kemudian kembali melemah seiring penilaian para pelaku pasar terhadap kemungkinan The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah dalam pertemuan minggu ini.
Harga minyak dunia turun untuk sesi kedua berturut-turut seiring munculnya upaya diplomatik baru yang meningkatkan harapan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dalam konflik AS-Iran.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: Magnific.
Pasar saham diprediksi pulih
Di sisi lain, pasar saham diperkirakan akan pulih seiring kembalinya antusiasme terhadap investasi kecerdasan buatan (AI), setelah aksi jual yang terjadi pekan lalu. Meskipun prospek diplomatik membaik, emas tetap berada di bawah tekanan akibat kekhawatiran inflasi yang dipicu oleh harga energi yang terus tinggi.
Pasar memperkirakan peluang sekitar 10 persen untuk kenaikan suku bunga dalam pertemuan The Fed minggu ini, meskipun tingginya harga energi terus memicu ekspektasi akan adanya kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun.
Para pedagang sempat meningkatkan spekulasi mengenai kenaikan suku bunga pada Oktober menyusul data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan, namun komentar dari para pejabat bank sentral kemudian meredam ekspektasi tersebut.
Para investor akan mencermati keputusan The Fed pada Rabu untuk mendapatkan petunjuk mengenai prospek kebijakan. Sementara perkembangan dalam diplomasi AS-Iran serta harga energi tetap menjadi faktor penting yang memengaruhi ekspektasi inflasi.
Meredanya ketegangan geopolitik dapat membantu menekan biaya energi, namun inflasi yang terus berlanjut bisa membuat prospek pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut tetap menjadi perhatian.