Trump Disebut Siapkan Opsi Serangan ke Iran Sebelum Pemilu Sela AS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Anadolu

Trump Disebut Siapkan Opsi Serangan ke Iran Sebelum Pemilu Sela AS

Muhammad Reyhansyah • 8 October 2026 11:15

Washington: Gedung Putih meminta Pentagon menyiapkan opsi serangan terhadap target di Iran yang dapat dilancarkan sebelum pemilu sela Amerika Serikat (AS) pada 3 November.

Seorang pejabat Pentagon yang ditanya mengenai laporan tersebut mengatakan kepada Anadolu pada Rabu, 7 Oktober 2026 bahwa tugas kementeriannya adalah “mengembangkan dan menyampaikan opsi militer kepada presiden”. 

Pejabat itu tidak membenarkan maupun membantah laporan mengenai rencana serangan baru terhadap Iran.

The Atlantic, mengutip dua pejabat pemerintahan, melaporkan bahwa skala dan target serangan potensial masih diperdebatkan. Pemerintahan Presiden Donald Trump juga belum memutuskan apakah serangan tersebut pada akhirnya akan dilancarkan.

“Para penasihat Trump justru menilai waktu yang tepat untuk melancarkan serangan baru adalah setelah pemilu sela,” sebut laporan The Atlantic, dikutip dari Anadolu, Kamis, 8 Oktober 2026.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Trump “memiliki semua opsi yang tersedia kapan saja”, tetapi tidak menjelaskan waktu kemungkinan serangan.

Secara terpisah, Axios melaporkan Pentagon beberapa hari lalu memerintahkan Komando Pusat AS (CENTCOM) menyelesaikan persiapan untuk melanjutkan operasi tempur besar di Iran.

Laporan tersebut, yang mengutip sejumlah pejabat AS, menyebut instruksi itu tidak menetapkan tanggal spesifik untuk peluncuran serangan.

AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian merespons dengan serangan rudal dan drone ke sejumlah wilayah di kawasan serta secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur strategis bagi pasokan energi.

Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman pada Juni setelah upaya mediasi Pakistan dan Qatar untuk menghentikan permusuhan dan membuka jalan bagi perundingan.

Namun, implementasi kesepakatan tersebut kemudian terhenti akibat perbedaan antara kedua pihak, termasuk mengenai keamanan dan navigasi di Selat Hormuz.

Trump dalam pidatonya di Sidang Umum PBB di New York bulan lalu mengatakan, dirinya berharap mencapai kesepakatan dengan Iran setelah pemilu sela AS.

Trump juga mengatakan dirinya menghadapi “keputusan besar” mengenai apakah akan mengejar kesepakatan atau “memusnahkan” Iran.

(Fajar Nugraha)