Prajogo Pangestu. Foto: Barito Pacific.
Budi Hartono hingga Prajogo Pangestu, Ini Daftar Orang Terkaya RI per Oktober 2026
Ade Hapsari Lestarini • 21 October 2026 17:44
Jakarta: Forbes Real-Time Billionaires mencatat sebanyak 3.378 miliarder di dunia, termasuk sejumlah pengusaha asal Indonesia.
Berdasarkan data per Senin, 19 Oktober 2026, Budi Hartono menempati posisi pertama sebagai orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai USD14,4 miliar. Angka tersebut menempatkannya di peringkat ke-252 orang terkaya di dunia.
Posisi kedua ditempati Prajogo Pangestu dengan kekayaan sebesar USD10,8 miliar, disusul Low Tuck Kwong di posisi ketiga dengan USD10,4 miliar. Sementara itu, Anthoni Salim berada di peringkat keempat dengan kekayaan USD9,7 miliar.
Berikut daftar 10 orang terkaya di Indonesia berdasarkan Forbes Real-Time Billionaires per Senin, 19 Oktober 2026.
1. Budi Hartono (USD14,4 miliar)
Budi Hartono menempati posisi pertama sebagai orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan USD14,4 miliar, menempatkannya di peringkat ke-252 orang terkaya di dunia. Budi dan saudaranya, Michael Hartono, merupakan dua pengusaha terkaya di Indonesia. Kekayaan keduanya terutama berasal dari investasi di PT Bank Central Asia Tbk (BCA), dengan kekayaan masing-masing tercatat secara terpisah.Melansir Forbes, keluarga Hartono mengakuisisi saham BCA setelah keluarga Salim kehilangan kendali atas bank tersebut di tengah krisis ekonomi Asia pada 1997-1998. Keluarga Hartono sebelumnya membangun kekayaan melalui industri tembakau dan hingga kini masih menjadi salah satu produsen rokok kretek terbesar di Indonesia.
Selain itu, keduanya memiliki sejumlah bisnis di sektor teknologi dan properti. Pada 2022, mereka melepas saham Global Digital Niaga, perusahaan induk platform e-commerce Blibli, melalui penawaran umum perdana saham (IPO) yang menghimpun dana sebesar USD510 juta.
Kepemilikan bisnis keluarga Hartono juga mencakup properti premium di Jakarta serta merek elektronik Polytron. Pada 2025, Polytron memperluas bisnisnya ke sektor kendaraan listrik dengan meluncurkan dua model mobil listrik di Indonesia.
2. Prajogo Pangestu (USD10,8 miliar)
Prajogo Pangestu menempati posisi kedua sebagai orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan USD10,8 miliar.Putra seorang pedagang karet tersebut mengawali perjalanan bisnisnya di industri kayu pada akhir 1970-an. Ia kemudian mendirikan Barito Pacific Timber, yang melantai di bursa saham pada 1993. Pada 2007, perusahaan itu mengubah namanya menjadi Barito Pacific setelah mengurangi aktivitas bisnis perkayuan.
Pada tahun yang sama, Barito Pacific mengakuisisi 70 persen saham perusahaan petrokimia Chandra Asri. Pada 2011, Chandra Asri bergabung dengan Tri Polyta Indonesia dan menjadi salah satu produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia. Pada tahun yang sama, perusahaan minyak asal Thailand, Thaioil, mengakuisisi 15 persen saham Chandra Asri.
Ekspansi bisnis Prajogo Pangestu berlanjut ke sektor pertambangan batu bara dan energi terbarukan. Pada 2023, perusahaan pertambangan batu bara miliknya, Petrindo Jaya Kreasi, melantai di Bursa Efek Indonesia. Pada tahun yang sama, ia juga membawa Barito Renewables Energy, perusahaan yang bergerak di bidang energi terbarukan, ke pasar saham.
Sementara itu, pada 2025, Chandra Asri memisahkan anak usahanya, Chandra Daya Investasi, yang kemudian melantai di Bursa Efek Indonesia.
3. Low Tuck Kwong (USD10,4 miliar)
Low Tuck Kwong menempati posisi ketiga sebagai orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan USD10,4 miliar. Ia dikenal sebagai raja batu bara berkat kiprahnya di industri pertambangan.Pengusaha kelahiran Singapura tersebut merupakan pendiri Bayan Resources, perusahaan pertambangan batu bara yang beroperasi di Indonesia.
Low juga mengendalikan perusahaan energi terbarukan asal Singapura, Metis Energy, yang sebelumnya dikenal sebagai Manhattan Resources. Selain itu, ia memiliki kepentingan bisnis di The Farrer Park Company dan Samindo Resources.
Di luar sektor pertambangan dan energi, Low turut mendukung SEAX Global, perusahaan yang mengembangkan sistem kabel bawah laut untuk konektivitas internet yang menghubungkan Singapura, Indonesia, dan Malaysia.
Low memulai kariernya dengan bekerja di perusahaan konstruksi milik ayahnya di Singapura saat masih remaja. Pada 1972, ia pindah ke Indonesia untuk mencari peluang bisnis yang lebih besar.
Pada Agustus 2024, Low mengalihkan kepemilikan saham Bayan Resources senilai USD6,6 miliar berdasarkan nilai saat itu kepada putrinya, Elaine.

Low Tuck Kwong. Foto: Forbes.
4. Anthoni Salim (USD9,7 miliar)
Anthoni Salim berada di posisi keempat orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan USD9,7 miliar. Ia merupakan pemimpin Salim Group, konglomerasi yang memiliki investasi di berbagai sektor, mulai dari makanan, ritel, perbankan, telekomunikasi, hingga energi.Ia juga menjabat sebagai CEO Indofood, salah satu produsen mi instan terbesar di dunia. Anthoni merupakan putra bungsu dari tiga bersaudara dari mendiang Liem Sioe Liong, pengusaha yang selama puluhan tahun dikenal dekat dengan Presiden Soeharto.
Keluarga Salim juga memiliki saham di First Pacific, perusahaan investasi yang tercatat di bursa Hong Kong. Perusahaan tersebut memiliki kepentingan bisnis di Indofood serta PLDT, perusahaan telekomunikasi asal Filipina.
Selain sektor makanan dan telekomunikasi, Anthoni Salim juga memiliki kepemilikan saham di sejumlah perusahaan pertambangan dan energi, termasuk Bumi Resources, Medco Energi, dan Amman Mineral.
5. Sri Prakash Lohia (USD8,6 miliar)
Sri Prakash Lohia menempati posisi kelima orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan USD8,6 miliar. Ia membangun sebagian besar kekayaannya melalui bisnis produksi pupuk dan polimer.Pada 1970-an, ia pindah dari India ke Indonesia bersama ayahnya dan mendirikan Indorama Corp., yang awalnya bergerak di bidang produksi benang pintal.
Seiring perkembangannya, Indorama Corp. tumbuh menjadi perusahaan industri bahan baku yang memproduksi berbagai produk, termasuk pupuk, poliolefin, bahan baku tekstil, dan sarung tangan medis.
Sri Prakash Lohia masih menjabat sebagai chairman Indorama Corp., sementara putranya, Amit Lohia, menduduki posisi wakil ketua perusahaan. Keduanya diketahui tinggal di London, Inggris.
Adapun adik laki-lakinya, Aloke Lohia, juga merupakan seorang miliarder. Ia tinggal di Thailand dan memimpin Indorama Ventures, perusahaan produsen polimer PET yang digunakan dalam berbagai produk, termasuk kemasan plastik.
6. Tahir & Family (USD8,6 miliar)
Tahir & Family menempati posisi keenam orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan USD8,6 miliar. Tahir merupakan pendiri Mayapada Group, konglomerasi yang memiliki bisnis di berbagai sektor, termasuk perbankan, layanan kesehatan, media, dan properti.Bersama keluarganya, Tahir memiliki kepemilikan saham di sejumlah perusahaan terbuka, di antaranya Bank Mayapada dan Maha Properti Indonesia. Ia juga memiliki sejumlah properti di Singapura, termasuk melalui perusahaan properti tercatat MYP.
Tahir menikah dengan Rosy, putri Mochtar Riady, pengusaha Indonesia yang mendirikan Lippo Group.
7. Otto Toto Sugiri (USD7,6 miliar)
Otto Toto Sugiri menempati posisi ketujuh orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan USD7,6 miliar. Ia merupakan salah satu pendiri sekaligus CEO DCI Indonesia, perusahaan pengelola pusat data yang menjadi salah satu operator pusat data terbesar di Indonesia.Sugiri mendirikan DCI Indonesia pada 2011 dan membawa perusahaan tersebut melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2021.
Sebelum mendirikan DCI Indonesia, Sugiri lebih dahulu membangun bisnis di bidang teknologi informasi melalui Sigma Cipta Caraka pada 1989. Perusahaan tersebut kemudian diakuisisi oleh PT Telkom Indonesia Tbk dan kini dikenal sebagai Telkomsigma.
Pada 1994, Sugiri turut mendirikan Indonet, penyedia layanan internet pertama di Indonesia. Indonet melantai di bursa saham pada 2021. Pada 2023, Sugiri bersama para pendiri lainnya menjual kepemilikan saham mereka di Indonet kepada Digital Edge, perusahaan pusat data asal Singapura.
8. Marina Budiman (USD5,4 miliar)
Marina Budiman menempati posisi kedelapan orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan USD5,4 miliar. Ia juga tercatat sebagai perempuan terkaya di Indonesia dalam daftar.Marina merupakan salah satu pendiri sekaligus presiden komisaris DCI Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan pusat data. Ia mendirikan DCI Indonesia pada 2011 bersama Otto Toto Sugiri dan Han Arming Hanafia.
Sebelum terjun ke bisnis pusat data, Marina pernah bekerja bersama Otto Toto Sugiri di Bank Bali pada 1985. Empat tahun kemudian, ia bergabung dengan perusahaan teknologi informasi Sigma Cipta Caraka.
Pada 1994, Marina turut mendirikan Indonet, penyedia layanan internet pertama di Indonesia. Pada 2023, ia bersama para pendiri lainnya menjual kepemilikan saham mereka di Indonet kepada Digital Edge, perusahaan pusat data asal Singapura.
9. Theodore Rachmat (USD4,1 miliar)
Theodore Rachmat, yang dikenal dengan sapaan Teddy, menempati posisi kesembilan orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan USD4,1 miliar.Ia merupakan pendiri Triputra Group yang didirikan pada 1998. Grup usaha tersebut kini memiliki lini bisnis di berbagai sektor, termasuk agribisnis, manufaktur, dan pertambangan.
Teddy juga memiliki saham minoritas di perusahaan batu bara yang tercatat di bursa, Alamtri Resources Indonesia, yang sebelumnya dikenal sebagai Adaro Energy. Ia menjabat sebagai wakil presiden komisaris perusahaan tersebut.
Sebelum membangun Triputra Group, Teddy mengawali kariernya di perusahaan otomotif Astra International pada 1968. Perusahaan tersebut didirikan oleh pamannya, William Soeryadjaya. Teddy kemudian meniti karier hingga menduduki posisi CEO Astra International.
Bisnis keluarga Rachmat juga berlanjut melalui kedua putranya. Ariano Rachmat menjabat sebagai wakil presiden direktur sekaligus wakil CEO Alamtri Resources Indonesia. Sementara itu, Arif Patrick Rachmat, yang pernah bekerja di General Electric selama tujuh tahun, merupakan salah satu pendiri sekaligus chairman Triputra Agro Persada, perusahaan yang bergerak di sektor kelapa sawit.
Pada 2024, Alamtri Resources Indonesia melepas saham anak usahanya, Adaro Andalan Indonesia, yang bergerak di sektor batu bara termal, melalui penawaran umum perdana saham (IPO). Aksi korporasi tersebut berhasil menghimpun dana sebesar USD259 juta.
10. Sukanto Tanoto (USD4,1 miliar)
Sukanto Tanoto menempati posisi kesepuluh orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan USD4,1 miliar. Ia merupakan pemilik Royal Golden Eagle (RGE), grup usaha yang berkantor pusat di Singapura dan bergerak di berbagai sektor, termasuk pulp dan kertas, serat viskosa, kelapa sawit, serta energi.Bisnis RGE beroperasi di sejumlah negara, antara lain Indonesia, China, Brasil, Kanada, Spanyol, dan Malaysia.
Salah satu perusahaan dalam grup tersebut, Bracell yang berbasis di Brasil, merupakan salah satu produsen selulosa khusus terbesar di dunia. Bahan baku ini digunakan dalam berbagai produk, mulai dari tisu basah bayi hingga es krim. Sementara itu, perusahaan grup lainnya, APRIL, bergerak di bidang produksi pulp, kertas, dan karton.
Perjalanan bisnis Sukanto Tanoto bermula pada 1967, ketika ia membuka toko sederhana pemasok suku cadang bernama Toko Motor. Dari usaha tersebut, ia kemudian mengembangkan bisnisnya hingga membangun grup usaha yang beroperasi di berbagai negara.
Sukanto juga memperluas bisnisnya ke sektor produk tisu. Pada 2023, ia mengakuisisi OL Papeis, perusahaan tisu asal Brasil. Setahun kemudian, ia membawa produsen tisu yang tercatat di bursa Hong Kong, Vinda, menjadi perusahaan tertutup melalui transaksi senilai USD3,3 miliar. (Selsha Septifanie Gunawan)